Lebih baik capek tapi sehat

Hari sabtu kemarin, adalah jatah untuk servis motor. Seperti biasa, servis motor memang saya jadwal setelah mendapat transferan dari kantor alias gajian. Maklum lah, masih buruh, jadi untuk keperluan servis pun harus menunggu gajian tiba. πŸ˜€

Kebetulan memang motor saya belum diservis dan ganti oli sejak digunakan untuk perjalanan pulang kampung ke Purbalingga beberapa minggu yang lalu. Heran ya, kok saya pulang mengendarai Sepeda Motor. Jangan heran, itu sudah biasa. Karena selain ada alasan lain, juga waktu yang kurang memungkinkan untuk perjalanan menggunakan kendaraan umum. Lumayan lah bolak balik perjalanan kurang lebih 600 km jauhnya dan waktu yang ditempuh kurang lebih 8 jam untuk sekali perjalanan. Gempor, gempor dah..

Tapi saya menikmati perjalanan itu. Sembari ambil gambar, sembari menikmati pemandangan alam yang bagus, dan sembari bersaing dengan kendaraan besar. Berhenti di rest area, makan di bawah pohon yang rindang, di tepi jalan yang sepi. Sungguh perjalanan siang yang mengasyikan dan menyenangkan.

Kembali ke topik servis motor. Sambil menunggu giliran, karena waktu itu banyak juga orang yang datang untuk “memeriksakan” motornya. Dan saya pun mendapat antrian nomor 31. Perkiraan sore hari baru kebagian. Perut terasa keroncongan, karena memang dari pagi saya belum makan, hanya minum air putih saja. Lalu saya melihat warung di seberang jalan, dan saya pun berlari menuju ke warung itu. Tadinya hanya mencari kudapan kecil, tapi setelah saya masuk, seorang ibu-ibu bermata sipit (Cina) sedang mengulek bumbu kacang. Tadinya saya kira ibu itu sedang membuat pecel. Eh, setelah saya tanya ternyata bukan, melainkan untuk bumbu gado-gado. Jadi malu.

Akhirnya saya memesan satu piring gado-gado tidak pakai ketupat atau pun nasi. Hanya sayur-sayuran saja. Sambil menunggu pesanan saya, karena memang ada pelanggan lain yang juga sedang membeli gado-gado sebanyak 3 bungkus. Mereka bercerita, entah apa ceritanya karena saya tidak terlalu memperhatikan. Sampai akhirnya saya mendengar ibu itu berkata, “Lebih baik capek, lelah, tapi sehat. Daripada harus berdiam diri akhirnya sakit.”

Saya langsung memahami apa yang dimaksud ibu tadi. Saya pun seperti itu, lebih baik saya capek, lelah, tapi saya merasa sehat, senang, dan menikmati aktivitas saya sehari-hari. Sampai pulang lewat petang pun saya senang. Kalau dulu saya sering mengeluh, sampai saya benar-benar terkapar dan masuk rumah sakit karena terkena typhus. Saya tidak mau itu terjadi lagi. Cukup sekali saja, meski pun biaya semahal apa pun ditanggung oleh asuransi. Pernah suatu ketika, teman saya menanyakan, “Elly, sudah lama kok kamu tidak klaim pengobatan ?”. Lalu saya jawab, “Oh, pengobatan, nggak ada bu, Alhamdulillah ya, berarti saya sehat.” “Syukurlah”, balas teman saya.

Saya bersyukur karena saya masih diberikan kesehatan, saya masih bisa bermain futsal bersama teman-teman kantor. Meski pun hanya satu minggu sekali, tapi lumayan lah ada keluar keringat. Mumpung gratis juga. πŸ˜€

Jadi, intinya. Sehat itu mahal harganya. Apabila kita menikmati aktivitas dan pekerjaan kita sehari-hari dengan ikhlas dan senang, pasti akan membawa manfaat untuk diri kita sendiri.

 

Gambar : Canon PowerShot A3200IS

Iklan
Pos Sebelumnya
Tinggalkan komentar

4 Komentar

  1. setuju sekali gan…. lebih baik cape tapi sehat πŸ™‚

    Balas
  2. aku suka sekali tread yg terakhir mas….
    nice artcle πŸ™‚
    salam kenal yaaa πŸ™‚
    di tunggu kunjungan baliknya… πŸ™‚

    Balas
    • Maaf, saya bukan pria, saya wanita, nama saya Eli Ermawati, ada tambahan nama Suparto dibelakang..:D

      Kebetulan kemarin saya yang pergi ke bengkel, saya hobi bermain futsal.

      salam kenal

      Balas
  3. mintarsih28

     /  4 Mei 2012

    kita akan sehat kalau selalu bergerak. kebekuan akan banyak melahirkan penyakit, baik fisik maupun jiwa.

    Balas

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: