Garam dikira gula

Jika mengingat kejadian ini kembali rasanya ingin tertawa, cuma saya tahan dengan senyuman. Nanti kalau saya benar tertawa sendiri dikira oran sedang tidak waras. Ceritanya begini, beberapa waktu yang lalu salah satu teman saya membuat manisan mangga. Sederhana pembuatannya, mangga yang dipotong-potong kecil lalu disimpan dalam wadah kemudian ditambah gula agak banyak dan garam sedikit saja. Diamkan satu malam di dalam kulkas, besoknya sudah jadi. Kebetulan mangga itu saya petik di kebun belakang pabrik sebelum pohon mangga itu ditebang. Cerita pohon mangga yang ditebang, akan saya jelaskan di artikel berikutnya. Saya dan teman-teman memang hobi makan rujak, biasanya ketika jam istirahat kami selalu beramai-ramai rujakan. Padahal itu sudah makan siang, kami bilang, “Ini untuk jatah perut sebelah kiri, karena yang sebelah kanan sudah terisi oleh nasi dan lauk”. Memang dasarnya kami doyan makan juga. πŸ™‚

Nah, ketika manisan mangga itu sudah jadi, keesokan harinya dicicipilah manisan itu oleh teman saya. Katanya rasanya masih kurang manis, lalu dia tambahkan gula yang ada di dalam wadah gula yang biasa kami pakai. Tanpa rasa curiga, karena bentuknya memang persis seperti gula, dia tambahkan gula itu ke dalam manisan supaya siangnya nanti bisa langsung dimakan.

Jam istirahat tiba, dan kami sudah makan semua. Alangkah terkejutnya ketika teman saya yang cowok mencoba manisan itu pertama kali. Teriaklah dia karena rasanya yang sangat aneh, “Blah..blah..blah.. apa ini!”. Teman-teman kaget, “Kenapa..kenapa ?”. Ternyata manisan itu terasa asin sekali. Lalu dicek ulang di dalam wadah gula tadi, bentuknya persis gula. Tapi ternyata bukan gula, itu garam. Kami semua tertawa melihatnya. Anehnya kejadian itu terulang untuk yang kedua kalinya. Masih belum percaya itu garam, karena belum ada yang mencoba untuk mencicipi itu garam atau gula. Mangga itu kemudian dicuci dengan air hangat, supaya asinnya hilang. Setelah itu ditambahkan lagi gula yang ada di dalam wadah tadi. Hasilnya sudah bisa ditebak, super asin. Akhirnya tanpa pikir panjang, manisan mangga itu dibuang.

Dan satu lagi, teman saya yang cowok itu baru saja membuat kopi, dan menambahkan garam yang dikira gula itu ke dalam campuran kopinya. Lalu dia coba kopi yang dibuatnya tadi. Apa yang terjadi, dia teriak lagi karena kopinya berasa asin. Ha ha ha lucu sekali kalau mengingat kejadian ini.

Sekarang, wadah itu sudah diberi label sesuai dengan isinya. Jika garam ditulis garam, dan gula ditulis gula. Jadi tidak perlu khawatir lagi untuk membuat manis dan asinnya kopi. πŸ˜€

 

Iklan
Pos Sebelumnya
Tinggalkan komentar

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: