Ilmu kiralogi memasak

Bulan Ramadan sudah berjalan. Bagi kebanyakan ibu-ibu, sista yang lebih senang mempersiapkan menu berbuka puasa dengan cara memasak sendiri makanan tersebut, bukanlah suatu hal yang mudah. Tapi kalau sudah ahli tak menjadi masalah. Akan tetapi bagi sebagian besar ibu-ibu, sista, termasuk saya yang masak sendiri pun kadang-kadang masih ragu, sehingga dalam memasak perlu dicicipi terlebih dahulu sebelum masakan itu siap disajikan.

Di bulan ramadan ini, tidaklah mungkin untuk mencicipi masakan yang sedang kita masak. Batal dong jadinya kalau dicicipi. :D. Maka dari itu ilmu kiralogi diterapkan.  Menakar kira-kira berapa banyak bumbu seperti garam, gula, lada, penyedap, yang digunakan. Tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit, alias pas. Salah-salah ketika sedang memasak sayur jika terlalu banyak garam menjadi asin atau kebanyakan gula menjadi terlalu manis macam kolak.

Selain itu yang menjadi permasalahan ketika sedang memasak adalah “Lupa” memberi bumbu pada masakan. Nah ini yang gawat. Sebagai contoh lupa memberi bumbu pada masakan seperti gula, garam, dan lain sebagainya. Ini disebabkan kurangnya konsentrasi memasak karena keasyikan sembari melakukan hal lain atau sedang melamun. Tau-tau setelah masakan itu selesai dan matang, kemudian disajikan di meja makan. Kalau nggak ngeh, karena buru-buru langsung mengambil nasi, lauk, dan sayur. Terlebih dahulu berdoa sebelum makan. Ketika suapan pertama dan mulai mengunyah, alangkah kaget campur aduk tidak keruan, ternyata rasanya anyeb (hambar). Langsung hilang selera makannya. Dan harus diulang lagi masaknya untuk menambah bumbu seperti gula, garam, dan lain sebagainya supaya ada rasanya. Efeknya masakan yang sudah dimasak tadi seperti sayur yang sudah pas matangnya menjadi terlalu matang dan rasanya pun kurang sedap karena bukan dari awal masak. Tapi tak mengapa jika masaknya hanya untuk keluarga sendiri, kalau ada tamu kan malu jadinya.

Berikut ini tips ketika memasak sendiri menu untuk berbuka puasa ketika sedang berpuasa ;

1. Berdoa sebelum memasak, supaya selalu ingat. 🙂

2. Hindari masak sambil melamun, apalagi sambil memikirkan orang lain. ciee.. belum tentu juga orang lain itu memikirkan kita di sini.

3. Hindari masak sambil online via handphone, online apa saja, entah itu chatting, update twit, balas komentar, dan lain-lain.

4. Usahakan tidak mengobrol ketika sedang memasak, entah itu mengobrol dengan siapa  saja.

5. Gunakan ilmu kiralogi memasak dengan baik.

Memasaklah dengan sepenuh hati, karena memasak dengan sepenuh hati akan menghasilkan masakan yang enak dan lezat. Apapun itu masakannya, meskipun sederhana seperti tumis kangkung, telor dadar balado, tempe goreng, dan sambal.

Selamat memasak!

Iklan
Pos Sebelumnya
Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: