Rujak itu ibarat dosa

Apakah teman-teman suka makan rujak? Bagi sebagian besar sista mungkin suka makan rujak, bahkan masbro juga ada yang suka makan rujak. Apalagi kalau rujak itu dimakan ketika bersama teman-teman di siang hari. Sambil berebut menikmati buah segar dengan dicolek bumbu rujak. Rasanya mantap abis! Dan kalau sudah menikmati rujak, rasanya tidak ingin berhenti. Kepenginnya makan, makan, dan makan terus sampai buahnya habis. Bahkan kalau bumbunya masih ada, kalau ada kerupuk bisa juga sebagai pengganti buah. Makin lama makin sedap makin mantap. πŸ™‚

Makanya kalau makan rujak itu ibarat dosa, jika terhenti sesaat tidak akan nikmat, maka harus diteruskan sampai benar-benar puas. Jika sudah puas, maka hasilnya pun kenyang. Mau berbuat dosa apa pun kalau sampai belum mencapai puncaknya, nggak bakalan puas dan kenyang. Seperti halnya yang dilakukan oleh pejabat-pejabat di pemerintahan. Sudah tau kalau mengkorupsi uang rakyat itu dosa, tapi masih tetap saja dilakukan. Itulah manusia tidak pernah puas dengan apa yang dimilikinya sekarang.

Jika teman-teman bertanya kepada saya, apakah saya pernah melakukan dosa. Iya, saya pernah melakukan itu. Saya menyesal pernah melakukannya, dan saya berjanji tidak akan pernah mengulanginya lagi. πŸ™‚

Artikel ini pernah saya posting di Google+

 

Iklan
Pos Sebelumnya
Tinggalkan komentar

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: