31 Juli 2012

Sedikit saya bercerita tentang suasana hari ini. Saya mencoba untuk tidak meneteskan air mata sampai waktu petang nanti. Mengalihkan perhatian ke hal lain, konsentrasi dengan pekerjaan, belum cukup untuk mengobati rasa sedih yang amat sedih.

Hari ini adalah hari terakhir untuk dua teman kerja saya bekerja di tempat kami bekerja. Sudah 4,5 tahun kami bekerja bersama dalam satu divisi. Saya tidak menyangka akan secepat ini. Teman-teman lain pun begitu. Tidak ada yang tahu, dulu hanya gosip saja. Dan akhirnya sekaranglah saatnya. Kenangan indah bersama mereka. Berbagi tugas, berbagi suka duka, berbagi makanan (ini yang paling bikin kangen). Kadang bikin kesal, bikin tertawa, semuanya. Mereka berdua sudah saya anggap sebagai ibu saya sendiri. Keluh kesah tentang pekerjaan sering saya ungkapkan ke beliau-beliau ini. Akhir-akhir ini saja saya jarang ngobrol dengan mereka. Saya mencoba untuk jarang ngobrol, karena akan membuat saya agak berat untuk melepas kepergian mereka berdua. Seperti dulu beberapa teman-teman saya yang sudah pergi dan resign dari tempat kerja ini.

Banyak cerita dan ilmu yang saya dapat dari mereka. Tidak hanya itu saja, petuah bijak dari seorang ibu pun saya terapkan. Mereka berdua selalu membuat saya untuk lebih bersemangat dalam bekerja. Membuat saya yang tadinya jadi pendiam sekarang menjadi pemberani dan banyak omong. Dulu saya tidak tahu apa-apa, sampai sekarang saya tahu semua apa yang dikerjakan oleh mereka.

Saya belajar banyak tentang sebuah kehidupan kerja di kantor. Tidak selamanya mereka akan bersama kita, dan kita juga tidak akan selamanya bersama mereka. Ada saat dimana kita harus bertemu, dan ada saat dimana kita harus berpisah. Perpisahan bukanlah akhir dari semuanya, tapi awal dari perjuangan kita untuk melanjutkan kehidupan berikutnya.

 

Iklan
Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

5 Komentar

  1. *puk puk puk Mba Elly.. πŸ™‚
    Sabar Mba,, saya juga pernah mengalami hal demikian. Saat menjadi bagian dari team IT di perusahaan content provider, saya seperti menemukan rumah disana. Membangun chemistry dengan teman-teman, jalan-jalan bareng, makan-makan bareng sampe nginep dikantor bareng.
    Namun memang suatu saat yang namanya perpisahan tak bisa kita hindari, saat semua perusahaan content provider diguncang oleh kasus SMS Premium sampai-sampai menyorot begitu banyak perhatian publik, tak perlu menunggu waktu lama satu persatu perusahaan Content Provider mulai bangkrut, termasuk perusahaan tempat saya dan teman-teman dulu bernaung.
    Untuk kelanjutan hidup dan mimpi masing-masing mau tidak mau kita harus berpisah, meninggalkan semua kenangan yang sempat tergoreskan selama dikantor.
    Namun silaturahim tetap bisa terjaga, tak peduli mereka ada dimana. πŸ˜‰
    Sabar ya Mba Elly, toh perpisahan adalah hal mutlak yang akan dijalani dalam proses kehidupan.

    Balas
    • makasih masteg :hug eh.. :p

      ya begitulah mas, tapi bener kata masteg, silaturahmi tetap bisa terjaga itu yang paling penting. πŸ˜€

      Balas
      • Teknologi makin canggih Mba Elly.. πŸ˜€ Asal ada koneksi internet atau signal provider. Insya Allah masih bisa berjalan lancar… πŸ˜€

        Balas
  2. Amiin, masteg πŸ™‚

    Balas
  3. Anonim

     /  20 Juni 2013

    dulu ada surat skrg juga ada surat.dulu ada telpon skrg udah ada telpon yg dikantongin.dulu bisa ngobrol skrg jg bs ngobrol ga perduli jarak cuman waktu yang hese nyarinya

    Balas

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: