Mata dan pikiran

Kadang agak susah menyatukan mata dan pikiran untuk melakukan sesuatu hal. Sebagai contoh ketika sedang lembur mengerjakan pekerjaan yang memerlukan waktu ekstra dan melebihi waktu yang biasanya. Pernah sekali saya lembur di kantor sampai dengan pukul 01.00 dini hari. Kalau sampai pukul 12 malam sih sudah beberapa kali. Untungnya ada teman yang mau menemani sambil bertelepon. Mata dan kepala rasanya sudah blank karena terlalu capek. Entah apa yang membuat saya sampai sebegitunya.Tapi saya salut dengan teman-teman dari negeri seberang yang dulu pernah bekerja bersama saya. Dia bisa tahan menatap laptopnya sampai pukul 05.00 pagi, untung saja laptopnya tidak bosan ia tatap terus. Kalau bosan dan ngambek, pastilah yang punya laptop akan terkejut. πŸ˜€

Mata dan pikiran, jika salah satu tidak mau diajak berkompromi bisa membuat kepala pusing dan stress. Perlu istirahat yang cukup untuk membantu memulihkan pikiran yang stress dan kusut. Apabila sampai berlarut-larut bisa menyebabkan kegalauan pada diri sendiri.

Ada hikmah dibalik itu semua. Semakin ke sini saya semakin paham dan mengerti dengan pekerjaan itu. Dulu terasa susah untuk saya, tapi sekarang saya bersyukur bisa belajar untuk memperbaiki kesalahan saya. Sampai saya bilang pada diri saya sendiri, “Kok dulu saya bego banget ya, begini doang nggak bisa”.

“Manusia bisa melewati masa suram apabila ia mau berusaha serta belajar dari kesalahan dan memperbaikinya. Menjadikannya lebih baik dari sebelumnya. Tetaplah rendah diri. Tirulah ilmu padi, semakin berisi semakin merunduk.”

Iklan
Pos Sebelumnya
Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: