Proses Hidup dan Kehidupan

Oleh : Bu Martina Henny

Saat ini, sebuah proses hidup sedang terjadi. Kehidupan selalu penuh dengan sebuah proses. Belajar hidup dari kehidupan tidaklah terhenti pada sebatas bangku sekolah atau bahkan sampe jenjang doktor. Karena pelajaran kehidupan tidak ada dalam jenjang pendidikan meski itu jenjang yang tertinggi sekalipun.

Mengantar seorang anak memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi rupanya berdampak sangat luas. Bagaimana seorang ibu bisa menata hatinya ketika anaknya yang serasa kemarin masih disuapin, ditimang, kini harus pergi dari sisinya berjuang demi masa depannya dalam bangku perguruan tinggi.

Bagi seorang ibu, ini sebuah proses awal menerima sebuah kenyataan bahwa anak bukanlah untuk selalu ada disampingnya. Anak kelak akan mempunyai kehidupan sendiri, lingkungan sendiri, dan tentu teman-temannya sendiri. Bagi si anak sendiri juga merupakan sebuah proses. Bagaimana dia mengelola diri nya sendiri, mengelola dirinya dengan lingkungan barunya, mengelola dirinya dengan teman barunya, mengelola keuangan yang harus dipertanggung jawabkan ke orang tua, mengelola hasil belajar akademik yang juga harus dipertanggung jawabkan ke orang tua.

Tentu sebagai ibu sebuah kebiasaan di rumah yang selalu cerewet akan sebuah pesan atau nasehat akan mengalir deras dari mulutnya, berpesan banyak agar si anak yang jauh dari penglihatan tetap dalam kondisi baik. Mungkin si anak sendiri memasukan pesan ibunya bisa masuk telinga kiri keluar telinga kanan atau sebaliknya.

Terasa sepi, sesampainya di rumah. Berkurang satu anggota keluarga membuat sepi rumah. Namun inilah kehidupan, inilah sebuah proses hidup yang sedang berlangsung. Di saat berkumpul makan malam, ada terasa yang mengganjal, dan pikiran melayang jauh. Anakku sudah makan belum ya, dia sedang apa ya dan lain-lain. Bersyukur juga, di jaman sekarang teknologi komunikasi sudah canggih. Bisa kontak melalui telepon, sms, bbm, whatsapp, skype, dan sebagainya. Paling tidak alat komunikasi itu bisa sedikit menghibur kesepian. Kelak, semua anak akan pergi dari kehidupannya, dan si anak akan membangun kehidupan baru.

Sebuah pesan untuk keluarga muda, atau yang hendak berkeluarga. Nikmati betul masa-masa awal kehidupan seorang anak. Ikuti terus proses perkembangan anak dari menit ke menit, hari ke hari, bulan ke bulan dan tahun ke tahun. Karena masa itu tak akan terulang lagi jika masa itu sudah lewat. Waktu cepat sekali berlalu. Sepertinya baru tahun lalu membelikannya sepatu baru ketika masuk TK, ternyata sekarang membelikan sepatu baru untuk kuliah. Pahit dan manis seorang anak tetaplah anak,semua menjadi indah dikenang.

Dan, pengalaman ini seperti menjadi sebuah kilas balik pada diri sendiri. Mungkin ini yang dulu ibuku rasakan. Mungkin rasaku sekarang sama dengan rasa ibuku ketika aku pergi ke luar kota untuk menuntut ilmu. Sepi yang kurasakan, sama seperti yang dirasakan ibuku.

Dan, dalam perenungan tadi, tak terasa meneteslah air mata. Aku pernah menjadi anak, dan aku juga punya anak. Koreksi batin, koreksi diri, koreksi tingkah laku, sedang terjadi dalam proses ini. Bagaimana dulu saat aku menjadi anak, bagaimana sekarang aku mempunyai anak. Bagaimana dulu ibuku merasakan punya anak sepertiku, dan sekarang aku merasakan apa yang ibuku rasakan.

Awal sebuah proses memang sulit, namun seiring waktu berjalan semua bisa terlewati. Mulus tidaknya sebuah proses kehidupan tentu banyak hal yang menyertainya. Namun semua bisa dilewati dengan sebuah kepasrahan dan sebuah lantunan doa kepada Tuhan Sang Pembuat Hidup.

Tulisan yang sangat bagus yang dibuat oleh seorang ibu. Saya posting ulang dari pos beliau di Google+. Rasa haru dan sedih juga saya alami, sampai akhirnya saya pun meneteskan air mata membaca ulang postingan ini. Saya juga seorang ibu, tapi saya belum sepenuhnya menjadi seorang ibu.

Iklan
Tinggalkan komentar

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: