Komunikasi harus lancar

Komunikasi itu penting. Komunikasi bisa dilakukan dengan menggunakan apapun. Melalui telepon, sms, bahkan di media sosial. Waktu itu saya memang sedang hobi bermain media sosial yaitu Google+ dan Twitter. Ketika saya berkunjung ke Negara tetangga beberapa bulan yang lalu, saya mengalami kesulitan ketika saya tiba di Changi Airport, Singapura. Dua nomor Indonesia yang saya pakai dalam satu ponsel terkena roaming. Saya pun tidak bisa melakukan apa-apa, pulsa seketika itu juga langsung habis. Ingin sekali memberi kabar tapi tidak bisa, karena waktu itu saya belum mempunyai nomor Singapura atau pun nomor Malaysia.

Sesampainya di tempat tujuan, saya merasa terbantu oleh teman saya. Saya bisa menggunakan laptop pribadinya untuk berkomunikasi dengan teman-teman saya di media sosial. Teman saya juga berbaik hati meminjamkan ponselnya untuk sekadar memberi kabar kepada keluarga saya di Indonesia, meskipun hanya sebatas sms saja.

Di hari ketiga saya di sana, saya pun membeli nomor untuk area Johor Bahru, Malaysia. Agak susah memang mencari tempat yang berjualan Kartu Perdana. Tidak semua tempat menyediakan. Untung saja ada mall lama yang menjual kartu perdana yang letaknya dekat dengan hotel tempat saya menginap selama di sana. Saya berkeliling dan tanya kepada orang-orang di mana yang menjual kartu Perdana. Akhirnya saya menemukan sebuah kios yang menjual kartu perdana. Saya lupa namanya, mungkin kalau di Indonesia masih satu grup dengan Indosat. Tapi saya tidak jadi beli kartu perdana itu, karena entah apa yang dikatakan penjualnya saya pun tidak paham. Kemudian saya mencari lagi yang lain. Tanya ke sana ke mari, dapatlah satu kios yang menjual kartu perdana Cellcom, kalau di Indonesia Cellcom masih satu grup dengan XL Axiata. Saya langsung tanya kepada penjualnya. Kebetulan masih ada tiga nomor yang belum terjual. Saya pilih salah satu nomornya dan saya beli dengan harga RM 10 atau setara dengan Rp 30ribu. Si Penjual meminta saya menunjukkan kartu identitas. Saya keluarkan passport untuk kemudian dicatat dan didaftar pada kartu perdana yang sudah saya beli tadi.

Dalam hati saya masih terheran-heran. Saya mencari kartu perdana saja di Johor Bahru susahnya minta ampun. Tidak seperti di Indonesia yang setiap warung, kios, mall, menyediakan, bahkan di pedagang kaki lima pun ada yang berjualan nomor. Tanpa harus registrasi dengan menunjukkan kartu identitas kepada si Penjual. Beda dengan di Johor Bahru yang menyediakan kartu perdana dengan stock terbatas.

Setelah saya mendapat nomor baru itu, seketika itu juga saya belum bisa mengaktifkan nomornya. Karena saya memang tidak tahu cara mengaktifkan di sana. Bahasanya masih menggunakan bahasa Melayu, dan saya masih bingung. Keesokan harinya, setelah pulang kerja, saya dan teman saya yang tinggal di Johor Bahru mengajak saya ke sebuah plaza. Letaknya lumayan jauh dari tempat saya menginap. Saya diajak berkeliling dan menikmati suasana di Johor Bahru dengan menumpang di mobilnya. Sesampainya di Plaza, namanya Plaza Angsana saya berkeliling lagi menemani teman saya untuk berbelanja. Kalau melihat suasananya hampir mirip seperti di Mangga Dua, Jakarta.

Mampirlah saya di salah satu kios Cellcom, saya melakukan top-up (isi ulang) dan meminta kepada operatornya untuk mengaktifkan jaringan internet di sana. Setelah menunggu 15 menit, akhirnya jaringan internet saya mulai berfungsi. Senang rasanya ketika saya bisa membaca kabar dari Indonesia meskipun hanya melalui Twitter. Waktu itu memang sedang ramai berita di Indonesia.

Hari keempat saya bersiap pulang ke Indonesia. Saya hanya bekerja sampai tengah hari saja, karena mobil jemputan saya yang menuju ke Changi Airport sudah standby pada pukul 14.00 waktu Johor Bahru. Saya pun berpamitan dengan teman-teman yang ada di sana. Dalam perjalanan menuju Changi Airport saya masih bisa mengakses internet di ponsel hanya sampai perbatasan antara Malaysia dan Singapura. Setelah itu nomor Malaysia yang saya gunakan terkena roaming dan jaringan internet pun putus saat itu juga. Jadi saya tidak bisa berbalas pesan di media sosial.

Sesampainya di Changi Airport saya langsung menuju ke tempat Check-in. Yang menyenangkan adalah ketika saya tidak harus membayar Airport Tax seperti di Indonesia. Setelah Check-in, saya muter-muter dulu keliling Changi Airport. Banyak juga orang Indonesia di sana yang akan pulang ke Indonesia. Kemudian saya masuk ke bagian imigrasi dan cek barang. Lumayan barang-barang yang saya bawa agak banyak karena ada titipan dari teman saya untuk keluarganya di Indonesia. Sembari menunggu pemberangkatan pesawat dari Changi Airport menuju Bandara Soekarno Hatta, kebetulan saya menemukan tempat yang saya cari-cari. Di Changi Airport terdapat fasilitas akses internet gratis untuk penumpang yang sedang menunggu keberangkatan pesawat. Selain itu ada juga tempat belanja untuk penumpang yang ingin berbelanja di sana. Suasananya beda jauh dengan yang ada di Indonesia.

Fasilitas internet gratis ini sangat membantu sekali untuk saya. Ada batasan untuk mengakses internet gratis ini, hanya 30 menit. Setelah itu akan terhenti. Dan jika ingin memakainya lagi, harus log in kembali. Tak terasa waktu 30 menit itu cepat sekali, dan saya pun harus berulang kali log in.

Waktu pemberangkatan sudah dekat, saya pun bergegas menuju ke Terminal pesawat yang sudah ditentukan. Cek barang dan tiket semuanya sudah, tinggal menunggu kedatangan pesawat saja. Agak lama saya menunggu kedatangan pesawat karena memang ada keterlambatan. Untung saja ada seorang ibu yang mengajak saya ngobrol. Beliau bersama cucunya baru saja mengunjungi anaknya yang tinggal di Singapura. Ibu itu bercerita banyak dan memberikan petuah bijak untuk saya. Tak terasa pesawat pun datang dan kami bergegas untuk menuju ke kursi penumpang. Perjalanan pulang ke Indonesia dimulai, dan pada pukul 18.00 WIB saya pun tiba di Jakarta. Dan yang saya pun langsung menelepon orang yang paling saya kangenin. πŸ™‚

Iklan
Tinggalkan komentar

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: