Kacamata

Pertama kali saya menggunakan kacamata sejak Februari 2009. Saya harus menggunakan kacamata karena penglihatan saya sudah mulai agak kabur. Untuk membaca tulisan jarak 2 meter saja sudah tidak begitu jelas. Penglihatan saya mulai kabur disebabkan karena seringnya saya menatap layar komputer secara langsung tanpa diberi semacam pelindung pada komputer yang berwarna agak gelap, saya lupa namanya. Jadi cahaya komputer langsung menuju ke mata saya. Tanda-tandanya, mata saya terasa pegal dan berair ketika harus berlama-lama menatap layar komputer.

Akhirnya saya pun memeriksakan mata saya ke Optik A. Kasoem di salah satu Plaza di Jababeka. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa saya sudah minus satu untuk mata sebelah kiri dan kanan. Dan mau tidak mau saya harus memakai kacamata untuk membantu penglihatan saya. Waktu itu saya memilih paket kacamata beserta lensa seharga Rp 300ribu. Waktu pengerjaannya kurang lebih 3 hari, setelah selesai barulah saya ambil. Pertama kali saya pakai agak risih, karena belum terbiasa. Kepala masih pusing dan mata pegal karena baru permulaan. Tapi sangat membantu untuk membaca tulisan yang jaraknya agak jauh menjadi lebih jelas. Terutama pada saat meeting dan harus menatap layar dari OHP yang jaraknya 3 meter dari tempat saya duduk. Berkali-kali saya copot, kemudian dipakai lagi, dicopot lagi, dipakai lagi. Sampai akhirnya benar-benar saya pakai seterusnya.

Sampai sekarang saya belum mengganti kacamata yang saya pakai. Seharusnya sih setahun sekali saya ganti, tidak masalah untuk biaya, karena pasti diganti oleh kantor. Pernah saya mencoba mengganti kacamata di tempat yang sama. Sampai akhirnya setelah kacamata itu jadi, saya tidak memakainya, masih tersimpan rapi di laci lemari. Alasannya karena saya pusing, dan memang untuk minus pada mata saya makin bertambah. Sepatutnya sih dipakai, tapi ya begitulah, saya saja yang terlalu ketakutan pada diri sendiri.

Hampir semua aktivitas, saya selalu memakai kacamata, terkecuali kalau mandi, cuci muka, tidur saya menanggalkan kacamata saya. Tapi pernah saya tertidur sambil memakai kacamata. Baru tersadar ketika terbangun di tengah malam. Aktivitas berolahraga pun saya masih memakai kacamata, entah itu bermain Badminton atau Futsal. Pernah juga saya bermain Badminton terkena smash pas mengenai kacamata saya. Untung saja tidak pecah, dan masih berlanjut saja permainannya. Kalau bermain Futsal, saya tidak pernah memakai kepala untuk menyundul bola. Paling saya mengelak dari bola atau kalau tidak saya menggunakan kaki jika ada bola lambung yang sekiranya bisa dihadang dengan kaki.

Akhir-akhir ini saya merasa sudah perlu untuk mengganti kacamata saya. Tapi belum sempat untuk mengunjungi Optik. Mungkin nanti akan saya sempat-sempatkan pergi ke Optik. Penglihatan saya sudah mulai kabur lagi meskipun sudah memakai kacamata. Dan sepertinya minus pada mata saya pun bertambah. Sempat terpikir untuk menggunakan softlens, tapi belum berani. Agak ribet karena harus memasangnya secara hati-hati. Kalau kacamata kan tinggal pakai saja.

Iklan
Pos Sebelumnya
Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: