Stress

Sesuatu hal yang datang tiba-tiba dan tidak terduga seringkali memunculkan ketakutan dan kegelisahan. Seperti halnya tadi siang di tempat kerja. Ketika sedang sibuk-sibuknya mengerjakan sesuatu, terdengarlah bunyi telepon dari pak Security. Pak Security memberitahukan kepadaku ada 3 orang dari Kantor Pajak yang datang untuk bertemu dengan bagian Accounting.

“Hah…!, yang benar pak, serius ada orang pajak datang?”, ucapku. Kaget juga kok tiba-tiba datangnya dan tanpa pemberitahuan pula. “Mati gue..”, batinku.

Mereka datang untuk pemeriksaan pajak di perusahaan tempatku bekerja. Dan pemeriksaan itu mulai dari tahun 2008, 2009. Tim pertama untuk pemeriksaan tahun 2009, setelah itu akan datang lagi tim kedua untuk pemeriksaan tahun 2008. Syok banget.. Lalu kubilang ke temanku, dan temanku malah menyuruhku untuk menemuinya, karena dia juga tak mau menemui orang pajak. Akhirnya aku bilanglah ke pak Boss kalau ada orang pajak datang. Dan beliau menyuruh aku dan temanku untuk menemuinya. Agak takut bertemu dengan orang pajak, akupun meminta temanku saja yang menemui, jujur aku nggak begitu berpengalaman berbicara dengan orang pajak. Apalagi ini dari KPP Madya yang tingkatannya lebih tinggi. Dulu aku pernah menemui orang pajak juga, 3 orang, untuk pemeriksaan tahun 2010, rasanya ampun deh.. sendirian aku berhadapan dengan ketiga orang itu, pak Boss nggak ada, mau bicara tentang ini tentang itu takut. Pokoknya waktu itu aku berdoa dalam hati semoga orang-orang itu cepat pulang. Keringat dingin keluar, deg-degan, seperti ketemu penjahat yang sedang nodong pistol ke kepalaku. Ingin sekali kabur. Dan saking gugupnya aku lupa menawarkan mereka minuman, habis mau bagaimana coba. Mereka membombardir pertanyaan yang semuanya belum aku tahu dan aku menjawab seadanya yang aku tahu. Aku mau minta bantuan, minta bantuan siapa pula. Aku berharap kejadian itu takkan terulang lagi. Tapi, mau tidak mau aku harus menyelesaikan semua itu, bolak balik ke kantor pajak menyerahkan dokumen sesuai dengan permintaan mereka. Sampai saat ini belum selesai pemeriksaannya.

Tadi siang, semua kejadian yang kualami benar-benar membuatku stress. Pekerjaan yang seperti biasa kulakukan menjadi tertunda. Bukan cuma aku saja, pak Boss juga merasakan hal yang sama. Beliau bilang kepadaku, beliau takut untuk pemeriksaan pajak ini gagal. Dua tim datang bersamaan untuk memeriksa. Wew.. mantap kali hari ini!. Malahan tadi beliau mengadakan pertemuan dengan konsultan, dan konsultannya itu teman dari orang pajak. Yang memeriksa kali ini orangnya agak sok, terlalu banyak ini itu, memaksa. Biasalah namanya juga pemeriksaan. Sedikit kujelaskan, pemeriksaan pajak pada sebuah perusahaan terutama perusahaan swasta merupakan hal yang paling membuat orang khawatir bahkan takut atau lebih tepatnya apa ya.. sesuatu hal yang dirasa menyebalkan mungkin. Yang ditakutkan ketika pemeriksaan itu adalah orang yang memeriksa terlalu banyak bertanya kesana kemari, mencari kesalahan, memeriksa sampai detail kalau-kalau ada yang tidak benar dan tidak sesuai dengan laporan pajak. Apalagi kalau terjadi lebih bayar..wah, untuk orang pajak yang berpikir mafia, pasti menjadi makanan empuk pada saat pemeriksaan. Mencari cara supaya ujung-ujungnya duit. Aku menulis ini karena berdasarkan cerita dari teman-teman yang ada di sekitarku yang mengetahui seluk beluk tentang orang pajak. Dan yang kukerjakan sekarang ini adalah berhubungan dengan pajak. Jadi, matilah aku kalau sampai ada salah.

Tambahan pekerjaan baru bagiku untuk beberapa hari, minggu, bulan ke depan. Mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan pajak. Aku berdoa dalam hati, “Ya Tuhan… semoga hari ini cepat berlalu, semoga urusanku cepat selesai, aku ingin lari dari pekerjaan ini”. Saat itu juga aku merasakan pusing, pusing dengan semua yang kualami hari ini. Aku dipanggil oleh pak Boss untuk berdiskusi mengenai masalah ini, karena stress akhirnya beliau mengajakku makan lagi, padahal aku sudah kenyang makan catering siang itu. Ya sudah, akhirnya aku, pak Boss, dan temanku pergi makan lagi ke luar kantor sekalian meeting di sana untuk membahas masalah ini. Di tempat makan, aku makan lagi, sebenarnya aku sudah tak sanggup makan, perutku kenyang. Untuk menghormati beliau, aku makan sepotong pizza, garlic bread, salad, dan minum ice coffee. Itu pun aku harus menambah lagi sepotong pizza yang diletakkan pak Boss ke piringku. Rasanya sudah tidak muat lagi perutku. Setelah selesai makan, aku minta ijin untuk mampir ke Bank mengambil uang untuk petty cash. Beliau tidak mengijinkanku pergi sendiri karena terlalu berisiko membawa uang banyak.

Sesampainya di kantor, teman-teman mencariku, beberapa kali missed call muncul di teleponku. Bukan hanya tentang pajak, pekerjaan lain pun membutuhkanku, hari ini aku tidak menelepon customer untuk mengonfirmasi tentang pembayaran, sampai pak Boss dari negeri seberang meneleponku. Aku hanya bilang ke beliau, “Iya, nanti akan saya konfirmasi lagi”. Aku berharap semoga beliau mengerti. Dari divisi lain pun begitu, mencariku untuk mengonfirmasi tentang penundaan customer di system, pembayaran untuk paket, dan lain-lain. Itu saja tidak langsung aku kerjakan, pak Boss memanggilku untuk meeting lagi di ruang meeting. Membahas lagi mana yang harus aku siapkan untuk minggu ini, kalau perlu sabtu minggu masuk untuk mempersiapkan datanya. Dalam hati aku bilang, “Lha, kan tiap sabtu minggu aku masuk, pak!” Tapi, tidak aku ucapkan, pasti nanti aku ditanya macam-macam.

Kami berbicara tentang orang pajak, yang kami lihat dari mereka salah satunya memang memiliki tampang koruptor eh.. ya seperti itulah. Sampai pak Bossku bilang, kebetulan pak Bossku ini orang Batak (saya tidak ada maksud untuk mengatakan hal yang berbau SARA, tapi memang beliau mengatakan hal demikian). Beliau mengatakan seperti ini,

“Elly, aku kasih tau ya.. yang namanya orang Batak, entah itu Islam atau Kristen kalau berpikiran kotor ya kotor, apalagi kalau sudah jadi orang pajak yang korupsi.”

Lalu saya menjawab, “Berarti bapak termasuk orang baik ya, pak, saya beruntung dong punya Boss baik seperti bapak ini. Terus kalau pengacara-pengacara itu juga seperti itu, pak?”

“Kalau yang itu jangan ditanya lagi, pastilah. Pendapatan orang pajak lebih besar dari penghasilan orang pajak itu sendiri”, lanjut beliau.

“Bapak tahu dari mana hal seperti itu?”, balasku.

“Ya, ini pendapatku sendiri dari dulu memang seperti itu, dan aku melihatnya seperti itu”, jawab beliau.

Dari obrolan itu, beliau melanjutkan ke cerita yang lain tentang film “Click”. Film yang menceritakan tentang sebuah perjalanan hidup yang dilakukan dengan remote control untuk mengendalikan dan mengatur kehidupan pribadinya.

Beliau sampai bilang, “Kalau saja ada remote control seperti yang ada di film itu, pasti aku mau melihat kejadian beberapa bulan atau beberapa tahun ke depan, tahu-tahu pas klik tahun depan aku sudah di penjara. Atau malah sudah tidak bekerja lagi di sini.”

Aku, pak Boss, dan temanku hanya tertawa mendengar yang diucapkan beliau ini. Hahaha…

Meeting pun selesai, aku kembali ke meja kerjaku dan melihat beberapa pesan dari temanku, diantaranya aku harus menelepon temanku yang ada di negeri seberang sana. Kemudian mempersiapkan pembayaran untuk paket, dan lain-lain. Ah, rasanya kepalaku seperti ditimpa meteor besar. Untuk pengiriman invoice ke customer juga mepet sekali waktunya, seperti biasa aku meminta bantuan pada pak Security untuk menuliskan pengirimannya pada airwaybill. Untung saja pak Security mau membantuku. 

Aku sebenarnya paling sebel kalau ada pemeriksaan. Meskipun aku baru mengalaminya, aku banyak mendengar cerita dari teman-teman yang sudah pernah mengalami pemeriksaan pajak ini. Dan mereka bilang, ujung-ujungnya duit dan duit. What the f***? Itulah kenapa banyak mafia pajak seperti yang diberitakan di televisi. Mereka mendapat uang itu dengan cara yang tidak halal. Dan karena itu orang-orang ekspatriat takut dengan orang pajak.

Iklan
Pos Sebelumnya
Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: