Media sosial

Beruntung sekali mereka yang tidak pernah mengenal bermain di media sosial. Atau mereka punya tapi tidak pernah aktif bahkan hanya sebatas buat akun saja langsung ditinggal pergi. Saya termasuk orang yang sudah kecanduan media sosial, hampir setiap hari saya tidak pernah melewatkan untuk mengunjungi akun yang saya punya baik itu yang di jiples atau pun di kandang burung. Untuk akun di bukumuka, saya sudah tidak aktif lagi di sana. Sampai teman saya menyarankan saya untuk meniliknya kalau-kalau ada berita yang terbaru dari teman. Iya sih, tapi ya gitu, malas. :(. Saya malah sering mengunjungi akun jiples dan kandang burung.

Kenapa saya sering bermain di media sosial? Karena itu salah satu hiburan yang menarik buat saya, saya bisa tertawa ngakak hanya karena membaca sebuah postingan dari teman-teman yang lucu dan menghibur. Berbagi cerita dan pengetahuan juga banyak. Hiburan yang menarik yang bisa sedikit mengurangi stress. Ingin hiburan lainnya seperti mengunjungi nuansa alam seperti pantai, gunung, sampai sekarang belum kesampaian karena kendala waktu. Cuma bisa melihat di internet, dan menggumam dalam hati, “kapan ya bisa ke sana.. kapan ya..?”

Tapi, seringkali bermain di media sosial membuat saya ndongkol dan kesal karena sesuatu hal. Sebagai contoh dulu saya punya kejadian seperti komentar yang kadang membuat kesal hanya karena akunnya ingin ikutan ngetren di postingan. Menuduh saya sudah membuat postingan yang berbau SARA dan membuat perkataan yang mendorong kebencian. Dan mereka malah mendukung sesuatu yang aneh, misalnya mendukung penggunaan bahasa alay. Coba pikir, menggunakan bahasa yang membingungkan sama saja mengalihkan otak kita menjadi bingung, kenapa hal yang sudah mudah dibikin sulit. Kebetulan waktu itu banyak sekali komentar yang bersliweran, kami saling beradu argumen. Ternyata tidak sedikit juga yang mendukung komentar dari akun palsu itu. Dan akun yang mendukungnya kelihatan sekali, sama sekali tidak menunjukkan kalau orang yang mempunyai akun itu berpikir cerdas, tapi malah sebaliknya. Saya memang meladeni akun palsu itu, karena kebetulan postingan saya sedang ngetren. Dari semua komentar yang ada, dari pembaca yang membaca postingan saya bisa menilai mana argumen yang baik dan mana argumen yang menunjukkan kurangnya pengetahuan.

Ya, itu salah satu bumbu dalam bermain di media sosial. Kadang ada orang yang tidak setuju dengan postingan kita, dengan apa yang kita argumentasikan. Karena tidak semua orang menanggapi  setiap postingan dengan berpikir jernih dan masuk akal. Pemikiran setiap orang berbeda-beda tergantung dari “makanan” yang dikonsumsinya. Meskipun kita sudah berbicara apa adanya, tidak ditambahkan dan tidak dikurangi, itu saja masih banyak yang komentar ngalor ngidul nggak karuan.

Setiap orang berhak untuk menanggapi sebuah postingan tapi harus sesuai etika dan tata krama dalam bermedia sosial. Ada kalanya kalau sebuah postingan itu bisa untuk bahan bercandaan, ada kalanya sebuah postingan itu harus  serius.

Beberapa waktu lalu saya mencoba untuk mengurangi aktifitas bermain di media sosial. Hampir satu minggu saya tidak membuat postingan di jiples dan di kandang burung. Tapi, saya masih ngintip untuk berita terbaru yang sedang ngetren. Dan akhir-akhir ini saya mulai kecanduan lagi, karena seperti yang saya bilang tadi, itu salah satu hiburan menarik untuk saya. Hiburan yang bisa mengurangi stress, dan juga bisa menambah stress. Dan rasanya saya ingin benar-benar mengurangi aktifitas di sana. Mempersiapkan diri untuk mencari waktu supaya saya bisa benar-benar berplesiran ke tempat wisata dengan teman-teman. Melupakan sejenak aktifitas yang menjemukan dan membuat kepala pusing.

Iklan
Pos Sebelumnya
Tinggalkan komentar

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: