Masalah

Sebenarnya setiap hari pasti ada sesuatu yang menarik untuk ditulis, hanya saja waktu untuk menulis itu yang kurang. Perlu waktu tersendiri untuk menulisnya. Beberapa hari ini aku disibukkan dengan urusan tentang pemeriksaan pajak. Bolak balik aku pergi ke sana untuk mengantar dokumen dan lain-lain yang diperlukan dalam pemeriksaan pajak. Perjalanannya lumayan, meskipun masih dalam satu lingkup kabupaten, untung saja perjalanan tidak begitu macet untuk pulang pergi ke sana.

Seperti hari kemarin aku memunyai cerita baru, eh nggak juga sih.. karena dulu aku juga pernah mengalami hal itu. Ketika aku mengantar dokumen ke sana, lalu bertemu dengan petugas yang ingin aku temui, ternyata petugasnya tidak hanya sendiri, kebetulan semua petugasnya ada. 3 orang petugas pemeriksa duduk bersama denganku dalam ruangan kecil penuh dokumen. Dua ibu-ibu dan satu bapak. Aku seperti orang disidang waktu itu. Aku diberi pertanyaan bertubi-tubi, sampai bingung dan kelabakan dibuatnya. Sungguh aku juga tak menyangka akan mendapat banyak permintaan mengenai ini itu. Dan satu hal yang membuatku agak kaget katakanlah. Aku belum sempat membaca semua isi laporan keuangan itu, karena semuanya dikerjakan oleh pihak ketiga. Jadi, ketika mereka memberikan pertanyaan tentang isi dalam laporan itu. Aku hanya menjawab apa yang aku tahu saja, kalau tak tahu ya aku jawab tak tahu. Sampai pening kepalaku dibuatnya. Aku juga tidak mau terlihat bego di hadapan mereka. Semua permintaan aku tulis dalam buku agenda. Hampir dua halaman, mungkin ada permintaan lain yang belum sempat aku tulis.

Pemeriksaan ini bukan untuk kali pertama, karena kebetulan periode 4 tahun berturut-turut ini dilakukan. Jadi dalam satu bulan aku sudah bertemu dengan 9 orang pemeriksa untuk tiga periode, dan yang kali ini yang benar-benar membuatku menjadi pengalaman yang menarik. Sebenarnya aku belum menguasai sepenuhnya tentang hal ini. Tapi, mau tidak mau aku harus menghadapinya karena itu sudah menjadi tugasku. Untung saja orang-orang yang bertemu aku kemarin kelihatannya baik dan semoga memang baik. Aku takut menghadapi orang, takutku bukan karena orangnya serem. Takutku karena aku belum punya dasar yang kuat untuk menghadapi berbagai macam pertanyaan dan permintaan dari mereka. Terlebih lagi waktu itu aku memang sedang kacau pikiran. Ada hal lain yang membuatku benar-benar kusut, yang pasti selain masalah pekerjaan ada masalah lain yang sedang kualami.

Memang hidup itu banyak masalah, masalah di dalam bekerja, dalam berumah tangga, dan sebagainya. Dan setiap masalah yang datang membuat kita menjadi dewasa jika kita mampu menangani masalah itu dengan baik. Semoga begitu..

Iklan
Pos Sebelumnya
Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: