Catatan Seorang Pejalan Kaki

Apa yang terlintas dalam benakmu? Ketika melihat seorang lelaki yang sedang berjalan kaki, di pundak kanannya tersangkut sebuah tas laptop sedangkan tangannya menggenggam sebuah novel tentang petualangan seorang anak india di tengah Samudera Pasifik yang baru saja diselesaikannya.

Novel itu didekapnya erat, lebih erat dari seorang pria yang sedang memeluk pacarnya. Seperti sedang melindungi sesuatu yang sangat berharga. Kacamatanya dibiarkan basah oleh gerimis yang turun, yang sejak tadi menemani langkahnya di sepanjang jalanan dengan banyak pohon palem tinggi menjulang. Lampu-lampu jalan meneranginya dari kegelapan, sesaat senyumnya terkembang. Lampu-lampu itu dilihatnya dengan sinar-sinar yang bias oleh rintik hujan di kacamatanya, menciptakan warna yang sedikit remang-remang, menciptakan suasana romantis yang sudah lama ia rindukan. Akankah terulang kembali? Sejenak ia melamun, namun kemudian lamunannya hancur saat sebuah mobil melaju dengan kecepatan cukup tinggi di sampingnya.

Lihat pos aslinya 415 kata lagi

Iklan
Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: