Yang terbaik

Seorang pria duduk sambil menghisap sebatang rokok sembari bermain hape di tangannya. Siapa sangka pria ini ternyata memunyai segudang permasalahan yang ada pada dirinya. Masalah di dalam rumah tangganya yang selalu menjadi alasan dia ingin meninggalkan istrinya. Cerita ini dimulai ketika mengungkapkan keprihatinannya terhadap istrinya yang mungkin bisa dibilang belum sepenuhnya menjadi istri yang baik dan penurut kepada suaminya. Istri yang selalu menuntut macam-macam, lebih banyak meminta materi sedangkan tidak ada kepedulian kepada suami dan anaknya yang sudah kelas IV SD.

Berbagai macam cara yang dilakukan oleh pria tersebut untuk mengarahkan dan membimbing istrinya menjadi seorang ibu rumah tangga yang baik dan benar. Mulai dari ajakannya bangun subuh, melakukan pekerjaan yang sepatutnya dilakukan oleh ibu rumah tangga, mengurus anak, dan sebagainya. Tapi, cara tersebut belum sepenuhnya mampu menjadikan istrinya sebagai istri yang baik. Banyak cerita yang dia ungkapkan yang bisa membuat orang yang mendengarnya terenyuh dan ikut prihatin. Sebagai contoh, istrinya selalu meminta uang kepadanya untuk membeli barang-barang yang tidak terlalu penting, menghambur-hamburkan uang untuk keperluan yang tidak terlalu penting juga. Meminta suaminya untuk membeli hape baru karena beberapa waktu yang lalu hape dan uangnya hilang. Dan itu menjadi keharusan, sampai akhirnya setelah dibelikan dua buah hape, sang suami membanting hape tersebut karena kesal dengan tingkah istrinya yang masih kurang puas dengan apa yang diterimanya.

Ada lagi cerita, sang suami miris ketika ingin makan, tidak ada makanan di rumahnya sedangkan istrinya sibuk bermain hape, BBM-an, Facebook-an dengan teman-temannya. Dan anak lelakinyalah yang menawarkan ayahnya makan, sambil dibuatkan semangkuk mi instan. Dan lagi, cucian yang menumpuk dan pakaian yang belum disetrika. Istrinya hanya sebagai ibu rumah tangga dan tidak bekerja di luar rumah.

Saking kesalnya dengan sang istri, pria ini memiliki tekanan batin, sampai-sampai ia mengatakan bahwa tulang di badannya seperti rontok karena terlalu sabar dan tak kuasa menahan sikap istrinya yang ingin menang sendiri. Dia sudah tidak lagi mencintai istrinya seperti yang dulu, yang membuatnya ia bertahan sampai saat ini adalah karena ia ingat akan anak lelakinya. Bisa saja ia meninggalkan istrinya dan membawa anak lelakinya, tapi ada satu alasan lagi yang membuatnya tidak tega. Satu alasan itu yang tak bisa dia ungkapkan.

Cerita ini mengingatkan saya sebagai ibu rumah tangga yang memang sepenuhnya menjadi ibu rumah tangga yang baik. Sebagai pelajaran untuk saya bagaimana menjadi orang yang benar. Dan saya hanya bisa mendoakan untuk pria tersebut, semoga mendapatkan pengganti yang terbaik dan kalau pun masih bertahan, semoga ada keajaiban terjadi.

Iklan
Pos Sebelumnya
Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: