Kawan

Seminggu kedatangan kawan dari negara tetangga memberi sedikit perubahan dengan aktivitas saya. Dia datang karena ada pekerjaan yang harus kami selesaikan berdua. Yah, nggak jauh-jauh dari urusan pajak. Namanya Leanne, keturunan Cina yang sudah lama tinggal di Malaysia. Kalau saya bisa menerka, kepribadiannya lebih seperti orang dari Indonesia. Lebih memahami dan mengerti keadaan, selalu memberi semangat dan sama-sama bekerja sama. Dia pun tak malu ataupun takut ketika membonceng motor dengan saya. Biasanya kalau ada orang dari luar yang datang ke Indonesia pasti selalu diantar-jemput dengan mobil. Semoga dia memang benar seperti yang saya harapkan.

Teman, kawan, sahabat selalu mewarnai hari-hari saya selain dari keluarga kecil saya. Pernah suatu ketika seorang teman bercerita dengan saya, padahal baru beberapa kali pertemuan, itu pun jarang ngobrol tentang hal pribadi, sampai akhirnya dia mengungkapkan masalah pribadinya. Saya mengerti dan paham dengan apa yang dia alami, dia merasa nyaman mungkin kalau bercerita dengan saya. Sesekali saya juga memberi semangat untuknya untuk terus bersabar. Ada kalimat dari dia yang masih saya ingat sampai sekarang, “Kesempurnaan memang milik Allah, tapi bagaimana kita bisa membuat diri kita sempurna dengan melengkapi kekurangan dari orang lain.”

Suatu ketika ia bercerita tentang teman yang dikenalnya di fesbuk. Seharian ia merasa sedih karena temannya memutuskan pertemanan. Kalau sekarang istilahnya dia lagi galau. Sampai akhirnya saya datang ke sana karena saya memang jadualnya bermain futsal di hari jumat. Kami ngobrol, katanya dia baru bisa curhat ke saya karena sedari dia berangkat dia diam tidak ngobrol dengan siapapun. Saya dengarkan ceritanya, saya memahami apa yang dia alami. Dia suka dengan temannya di fesbuk, dan temannya pun suka dengan dia. Tapi, ada hal lain yang memang saya tak bisa berkomentar banyak di sini.

Begitulah efeknya media sosial, ketika seseorang merasa nyaman berinteraksi dengan orang lain, pasti akan memengaruhi perasaan seseorang. Apakah saya pernah merasakan hal itu? Pernah.

Iklan
Pos Sebelumnya
Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: