Kartu Asuransi

Dua minggu yang lalu sejak hari ini, saya baru saja rawat inap di kamar baru. Kamar dimana saya terbaring lemas dan tidak menikmati istirahat saya sepenuhnya. Kamar dimana punggung telapak tangan saya tertusuk jarum infus. Ya, saya sakit, sakit untuk yang kedua kalinya, sakit yang sama yaitu sakit Thypus. Kalau kata teman saya, “Dapat apa dari rumah sakit? kan ini sudah yang kedua kalinya, harusnya kan dapat payung, kalau ketiga kalinya berarti dapat gelas.” πŸ˜€

Seminggu lamanya saya terbaring, makan pun tak dimakan karena tidak ada selera untuk makan. Beberapa hari di kamar, demam terus menerus sampai mentoknya pernah 39 derajat. Rasanya sudah tidak karuan, bawaannya ngomong nggak jelas. Untuk antibiotik saja sehari dimasukkan dua kali karena memang sakitnya belum mereda. Dan sebelum antibiotik itu dimasukkan, saya harus tanda tangan untuk surat pernyataan. Surat pernyataan yang menerangkan bahwa saya bersedia menggunakan antibiotik tersebut karena harganya yang lumayan mahal. Untuk dua kali antibiotik harganya Rp500 ribu. Itu sudah termasuk mahal lho, dikalikan dengan lamanya waktu saya berbaring di kamar.

Untung saja saya memiliki kartu asuransi kesehatan yang merupakan fasilitas dari tempat kerja saya. Cuma pertama kali pendaftaran rawat inap ada sedikit permasalahan. Tapi sudah diatasi oleh rekan kerja saya. Intinya saya nggak usah mikirin tentang asuransi. Toh pasti ditanggung sepenuhnya, dan tempat kerja saya juga bersebelahan dengan rumah sakit ini, jadi tidak perlu khawatir lagi kalau seandainya ada masalah dalam administrasi.

Yup, karena saya sudah tidak betah lagi lama-lama berbaring di kamar rumah sakit, saya minta ke dokter supaya saya bisa pulang ke rumah. Dan dokter sudah memeriksa keadaan saya kalau saya sudah bisa diperbolehkan pulang. Yang membuat saya tidak betah banyak faktor di sini. Karena satu kamar berisi dua orang pasien termasuk saya, padahal itu kamar kelas 1, jadi kalau ada orang yang berkunjung atau keluarga dari pasien yang lain, saya memang merasa terganggu. Saya sampai tidak bisa tidur nyenyak dan selalu mimpi buruk.

Untuk masalah administrasi, menjelang pulang dari rumah sakit kemarin, saya hanya membubuhkan tanda tangan saja dan tidak mengeluarkan uang sepeser pun. Hanya saja, setelah saya melihat kuitansi yang saya terima, biaya yang dikeluarkan selama seminggu ternyata tidak sedikit, ada kenaikan. Kurang lebih total biaya perawatan dan obat-obatan Rp10 juta. Saya menyadari ternyata untuk sehat dari sakit itu mahal. Itulah juga gunanya ada asuransi kesehatan.

kartu

Iklan
Pos Sebelumnya
Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: