Ikut kejuaraan

“Mba Elly, masa bapaknya belum pernah naik pesawat, anak saya udah duluan naik pesawat,” kata si bapak driver
“Memangnya pergi ke mana, pak?”
“Itu, ikut kejuaraan Badminton antar pesantren di Gorontalo, mewakili provinsi Jawa Barat” kata si bapak lagi
“Hah? Jauh amat pak ke Gorontalo”
“Iya, baru aja nyampe Makasar dan mau transit lagi ke Gorontalo,” balasnya
“Whoaawww… keren, pak!”

Ikut senang mendengar cerita bapak ini. Beberapa waktu lalu saya sering main badminton dengan bapak-bapak dari tempat kerja di GOR yang letaknya tidak jauh dari tempat kerja. Tapi sekarang, jarang saya jarang main Badminton dan lebih memilih bermain Futsal. 😀 Kadang di lapangan saya sering ngobrol dengan bapak ini tentang anaknya yang sekolahnya di pesantren di Cianjur. Anaknya sering menjuarai pertandingan Badminton, entah di sekolah atau di daerah tempat tinggalnya di Purwakarta.

Cerita ini mengingatkan saya dahulu ketika masa SMK, saya sering ikut pertandingan olahraga di sekolah seperti Atletik dan Volley ball. Yang sering juara kalau ikut kejuaraan Atletik, kalau nggak juara 1 ya juara 2. Itu cuma tingkat kabupaten saja, belum pernah sampai tingkat provinsi. Ya, mungkin belum rejeki sampai ke tingkat provinsi. Tapi, kalau kebanggaan pasti ada, jadi terkenal di sekolahan karena katanya jago olahraga, sampai dibilang anak emasnya guru olahraga. Iya sih, memang seperti itu.

Tidak semua olahraga saya bisa kuasai, contohnya renang. Dari zaman saya SD sampai SMK untuk berenang saja saya kurang lihai, hanya bisa gaya luncur dan batu alias kelelep. 😀 Makanya kalau ada remidial pas ujian renang, saya tak pernah dapat itu yang namanya suruh bikin kliping. Kalau teman-teman yang lain pasti dan harus.

Paling senang olahraga yang menggunakan bola seperti Basket, Volley, Sepakbola. Makanya sampai sekarang, sampai saya jadi emak-emak, saya masih bermain futsal. Baru sekarang bisa kesampaian menikmati main bola sesungguhnya. Memang sih olahraga ini kalau dilihat sekilas kurang cocok untuk saya sebagai perempuan, tapi nyatanya mereka nyaman saja bermain. Paling senang kalau jadi striker, pasti ngegolin. 😀

Ingin rasanya mengulang kembali masa-masa itu. Tapi, semakin bertambah umur juga semakin banyak perubahan dan tidak mungkin bisa melakukan itu terus. Saya juga kalau main futsal hanya untuk olahraga saja. Malahan beberapa waktu lalu, teman saya bilang melalui pesannya, “Baru sakit sudah main futsal lagi? Kamu itu memang nakal dan bandel”
Dan saya pun hanya tersenyum membaca pesan itu.

Iklan
Pos Sebelumnya
Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: