Sepatu

137438783913976

Sepatu ini sebenarnya bukan milik saya, milik pacar yang kadang saya pakai. Sepatu ini saya beli di pasar malam. Harganya kalau tidak salah sekitar Rp50 ribu, harga yang murah memang. “Memangnya tak malu pakai sepatu murahan seperti ini?” Tentu saja tidak, kenapa mesti malu, lagipula sepatu itu dibeli dengan uang sendiri, dengan uang hasil kerja kan, bukan hasil nyolong.

Kalau dipikir-pikir, sebenarnya untuk membeli kebutuhan seperti ini tidak perlu yang mahal-mahal. Mahal sih boleh, asalkan kualitas bagus dan awet. Kalau mahal, tapi cuma bertahan satu sampai dua bulan saja rasanya tidak sebanding. Prinsip ekonomi mengajarkan bagaimana kita bisa mengelola keuangan kita supaya tidak acak-acakan. Kalau harganya lebih murah, dengan kualitas bagus dan awet kenapa tidak? Toh yang memakainya kan kita sendiri, bukan orang lain. Yang merasa nyaman juga kita sendiri, tapi sesuai dengan tempatnya.

Sama halnya ketika kita bepergian ke luar negeri. Yang dicari pasti harga yang paling murah kan? Mungkin kalau budget untuk belanja lebih banyak, pasti tidak masalah kalau mencari barang yang agak mahalan sedikit. Nah kalau yang budgetnya pas-pasan kan mikir bagaimana supaya dapat harga lebih murah dan pastinya gengsi. Keren, belinya di luar negeri! Padahal sama saja kan? Repot kalau sampai budgetnya habis buat belanja kemudian tidak bisa pulang.

Belanja itu memang keharusan, entah belanja apapun. Karena setiap hari kebutuhan manusia semakin bertambah dan diperlukan. Semoga kita cermat membelanjakan uang. 😀

Iklan
Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: