Tawaran Menggiurkan

Sedikit eh mungkin banyak cerita yang akan saya tulis di sini. Namanya juga coretan ala kadar saya, hanya ingin menulis yang ingin saya tulis saja. Terima kasih sudah berkunjung ke coretan saya yang pas-pasan seperti ini.

Ceritanya begini, beberapa hari yang lalu pulang dari muter-muter cikarang, saya diberhentikan oleh teman saya yang tidak lain adalah tetangga sebelah rumah agak sonoan dikit. Kemudian teman itu memberi saya “berkat” (makanan syukuran) tapi masih dalam bentuk mentahan. Setelah saya terima, teman saya bertanya mengenai pekerjaan dan menawarkan pekerjaan baru di tempat suaminya bekerja.

Dari pembicaraan itu intinya di tempat suaminya sedang mencari orang untuk menggantikan pekerjaan accounting di sebuah perusahaan Jepang. Dia mengira kalau gaji saya sudah diatas perkiraannya. Saya bilang kepadanya belum sampai segitu. Tapi, teman saya menawarkan kalau gajinya bisa lebih diatas yang saya terima sekarang ini, bahkan ada uang lembur dan lain-lain. Kalau mungkin saya apply lamaran bakalan diterima karena memang perlu sangat dan saya sudah berpengalaman. Iya sih, kalau mendengar perusahaan Jepang memang seperti itu. Ada sedikit kelebihan bila dibanding perusahaan asing yang lain. Lalu saya bilang ke teman saya, sepertinya saya belum bisa menerima tawaran tersebut. Alasan saya, saya masih memunyai tanggung jawab di tempat kerja saya yang sekarang. Meskipun uang lembur tidak ada, meskipun gaji saya masih dibawah perkiraan yang teman saya bilang, saya belum bisa “Move On” kalau kata orang zaman sekarang. Sekarang ini di tempat saya kerja masih banyak yang belum diselesaikan apalagi sedang ada pemeriksaan pajak. Dan itu menjadi tanggung jawab saya kalau ada data yang mesti disiapkan, meskipun tidak sepenuhnya. Teman saya pun tak bisa memaksa untuk pindah ke tempat itu. Lokasinya sih dekat, hanya beda kawasan saja, dan sepertinya kerjanya juga lebih santai. Mungkin.

Saya pulang dan menceritakan hal tersebut ke pacar, dan pacar sepertinya mendukung supaya saya bisa menerima tawaran tersebut. Saya jelaskan alasan saya mengapa saya belum bisa menerima tawaran tersebut. Untung saja dia mau mengerti, meskipun saya disalahkan.

Apapun yang saya lakukan dalam hidup saya, seperti contoh dalam urusan pekerjaan, kalau memang hati saya memang belum cocok dan ikhlas, maka hal itu tidak akan membuat saya menjadi senang. Malah akan menjadi beban, karena saya diberi tanggung jawab untuk melaksanakan sebuah tugas hingga nanti saya benar-benar merasa harus pindah atau berhenti.

Iklan
Pos Sebelumnya
Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: