Entah

“El, lu udah bikin tenda?” kata si Mey

“Mbak, mbak mau ngritingin rambut?” kata si Ayu

“Apa sih lu pada, sini duduk temenin gue” kata gue

Eh, malah mereka ngeloyor pulang. Kirain mah mau nemenin gue yang lagi sok-sokan sibuk ngerjain laporan (padahal iya sih) tapi sembari onlen nulis ini tulisan. Sekadar hiburan buat nyegerin kepala yang dari tadi udah kleyengan mikir kerjaan (kebiasaan Lebay). 😀

Gue bukan sok rajin, bukan sok merasa pengin dicap sebagai karyawati teladan. Apa yang gue lakuin mungkin bagi mereka kira gue termasuk karyawan yang berdedikasi tinggi. Ceeeilleeehhh.. preettt. Nggak juga sih, sebenernya ada alasan kenapa gue masih stay ngadep layar kompi sementara di luar udah mulai gelap, bener-bener gelap karena memang udah malam. Hihi…

Gue lagi nggak curcol lho ya. Cuma menyampaikan apa yang pengin gue omongin aja. Cerita gue yang mungkin akan lu alami nanti, suatu saat nanti. Ada rasa bosan, jenuh, lelah, takut dan lain sebagainya dengan yang gue alami saat ini. Bosan karena kerjaan sampai sekarang itu-itu mulu yang dikerjain dan nggak selesai-selesai. Jenuh karena suasana yang kadang bikin kita (bukan cuma gue aja) jealous dengan keadaan di sekitar. Lelah karena waktu yang gue jalani nggak cukup buat ngerjain semua kerjaan yang nggak sebanding dengan kemampuan gue (eh… kalau ini manusiawi ya). Takut karena gue nggak bisa nyelesaiin kerjaan gue yang seabrek-abrek, kemudian dipanggil pak boss terus ditanyain, “Kamu ngapain aja?”

Okelah kalau begitu, semua perasaan dan unek-unek campuraduk jadi satu. Ya wajar namanya juga seorang pekerja, masih bekerja dengan orang lain, menjadi kuli dari sebuah perusahaan. Nggak munafik kalau setiap orang yang gue tanya kerja di mana pun, termasuk temen-temen gue yang udah keluar dan kerja di tempat lain, mereka juga mengatakan hal yang sama. Tergantung bagaimana kita menjalaninya. Sanggup tidaknya menjadi bagian dari sebuah kompetisi di dalam perusahaan. Kompetisi yang gue maksud bukanlah kompetisi negatif yang mesti tendang kanan tendang kiri, sikut kanan sikut kiri. Kompetisi yang gue maksud adalah bagaimana caranya supaya kita bekerja dengan baik dan benar sesuai dengan prosedur dan tata cara yang baik dan benar.

Gue mungkin bahkan lu yang bekerja di sebuah perusahaan, pekerjaan memang bagian dari hidup yang mesti dijalani. Kita sama-sama kerja kan intinya supaya dapat gaji, mungkin ada beberapa yang kerja di perusahaan cuma buat ngisi waktu luang aja ketimbang bengong di rumah. Bahkan mungkin ada yang kerja cuma buat hobi aja, sedangkan penghasilan di luar pekerjaannya jauh lebih besar melebihi penghasilan di tempat kerjanya.

Gue nggak habis pikir dengan orang-orang yang sama-sama kerja di dalam sebuah perusahaan yang isinya saling sikut sana sini, jilatin pantat orang (jorok amat ya dijilatin) maksud gue itu cuma kiasan aja mengibaratkan manis di bibir memutar kata malah kau tuduh akulah segala penyebabnya… (waduh jadi nyanyi). Ya itulah intinya. Apa sih yang dicari? Ngapain juga sih mesti kek gitu, toh sama-sama digaji dari perusahaan, cuma beda jabatan aja, ya kan?

Hidup memang adil, di mana tempat kerja pasti ada salah satu mulut yang nggak baik. Gue mungkin bahkan lu juga pernah mengalami hal ini. Anggap saja kita lagi bermain game, nama gamenya “PES 2013”. Apa hubungannya game sepakbola dengan pekerjaan? Cari sendiri jawabannya.. Udah malem rupanya, gue belum selesai bikin laporan. Udah dulu ya nulisnya, besok gue sambung lagi.

Kerja

Iklan
Pos Sebelumnya
Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: