Jenuh

“Jenuh, males banget.. hebat lu nggak jenuh, menikmati banget dengan kerjaan” kata temen gue sambil mengacungkan ibu jari.

“Haha.. memangnya kalau gue jenuh mesti ngomong-ngomong gitu?” jawab gue

Setiap orang memiliki masalah (yah, bahas masalah lagi). Masalah di pekerjaan memang rumit. Kadang cerita yang gue alami agak mirip dengan yang dialami oleh orang lain. Sedikit cerita yang gue baca dari bukunya mbak Kerani yang judulnya My Stupid Boss Favorite Stories, udah lama belinya, nyesel juga sih kenapa baru sekarang gue baca. Dulu udah pernah baca, cuma kalau yang ini buku isinya cerita favorit yang dikumpulin dari MSB1 sampai MSB4. Tentang tip dan trik supaya tetap bisa menikmati pekerjaan, walaupun punya atasan yang kelakuannya mirip sama si BM. Inilah kutipannya:

Do not allow them to control your mind. Kalau kalian terpancing untuk marah, artinya mental dan pikiran kalian lemah, mudah diobrak-abrik oleh orang lain. Buat atasan bergantung sama kalian, jangan kalian yang bergantung sama dia. Ini bisa jadi modal bargain kalian. Jangan mengeluh saat disuruh multitasking karena multitasking itu real time self-learning yang enggak bakal kalian dapatkan di bangku kuliah universitas mana pun di dunia ini. (Sorry aje ni jek, gue cuman lulusan SMA tok, tapi kerja udah entah di berapa multinational companies. Males ngitungnya). Coba lihat kekesalan dan masalah hidup tidak dari sisi negatif seperti, “Aduh, kenapa sih ini terjadi sama gue?”

Loh, kenapa enggak? Malang itu tidak berbau. Malang itu tidak memilih korban. Malang itu tempat membeli apel ijo dan ngaso. Eh, maksud gue, terus menerus menyayangkan satu masalah yang terjadi dalam hidup kita, hanya akan membuat pikiran kita dipenuhi oleh anxiety feeling, kepanikan yang tidak perlu. Tersiksa banget enggak sih hidup dengan pikiran gelisah? Bangun tidur aja udah males pergi kerja. Mending bangun pagi untuk pergi kerja atau bangun pagi untuk cari kerja hayooo? Dengan berpikir gelisah terus, jadinya kita cenderung membuat kesalahan yang lebih besar lagi yang sebenarnya bisa dihindari, asal kita melihat masalah dari sisi yang berbeda. Coba lihat dari sisi lucunya, putar kejdaian-kejadian yang mengesalkan menjadi sesuatu yang kita bisa tertawai, entah 5 hari dari sekarang maupun 5 tahun dari sekarang. Do not be afraid of making stupid mistakes karena itu akan menjadi alasan kita tertawa di masa depan.

(Bukunya mbak Kerani chaos@work lembar ke-4)

Udah sih, cuma itu aja yang bisa gue share di sini, di coretan ala kadar gue yang isinya persoalan tentang hidup dan hidup. Ah, lebay… (emang)

Iklan
Pos Sebelumnya
Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: