Teman baik

Hari ini ada teman kerja datang dari Malaysia. Ya, seperti biasa ada beberapa pekerjaan yang mesti kami diskusikan. Ceileehh… beneran sih. Namanya Liew, datang membawakan sesuatu untuk saya, dua buah kaos. Yang satu dari dia, satu lagi dari teman saya yang lain namanya Lai. Dia mengatakan, “This is from me, this is from Lai, and this is from Ela” sambil memeluk saya. “Ela hanya menitipkan saya untuk memelukmu”. Ah, terharu rasanya. Semua teman saya ini perempuan, dan sudah saya anggap sebagai kakak saya sendiri. Padahal mereka adalah teman-teman kerja di perusahaan yang masih satu grup. Saya pun memanggil mereka dengan sebutan Sister (Chinese) dan Kakak (melayu). Lalu saya pun mengirim ucapan terima kasih ke teman saya yang kebetulan sedang online di Internet Messenger.

Saya: Thank you for your hug
Saya : Sister Liew bagi saya 😀
Kak Ela : Hehehe
Kak Ela : Barang saye asek tertinggal je
Kak Ela : Maafin!
Saya : Ahahaha
Kak Ela : I have nothing good to give to you
Kak Ela : Only a hug
Kak Ela : Sorry ya
Saya : But I love it
Kak Ela : Cheap skate
Saya : Nope
Saya : Thank you
Kak Ela : Hehehehe
Kak Ela : Welcome
Kak Ela : Glad you like it

Dua buah kaos itu salah satunya kaos olahraga, teman saya ini tahu kalau saya senang olahraga dan suka bermain Futsal. Warnanya kuning, saya suka. Oh, jadi itu alasan dia tiba-tiba bertanya apa ukuran baju saya. Terima kasih untuk teman-teman yang sudah berbaik hati dengan saya. Terharu..

Beberapa saat kemudian saya bilang ke atasan Liew karena mereka datang berdua. Lalu saya bilang begini, “Ms Ley, Do you mind if Liew stay in Cikarang for a year?” Maksudnya saya ingin memintanya untuk tinggal agak lama di Cikarang, menemani saya bekerja di ruangan yang sekarang ini. Secara di ruangan ini saya sendiri yang perempuan, ada sih tapi beda divisi dan itu di ruangan lain. Teman baik memang susah dicari, kalau hanya sekadar berteman biasa sih mungkin bisa saja. Setiap orang beda watak dan karakter. Ada yang keras kepala, ada yang lemah lembut, ada yang biasa saja. Tapi, bagaimana kita bisa menjadi penyeimbang dari perbedaan watak dan karakter masing-masing orang.

Iklan
Pos Sebelumnya
Tinggalkan komentar

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: