Interaksi

IMG_8232

Baru sampai halaman 321 aku sudah mengantuk. Mataku lelah, tapi cerita tentang perjalanan Ming baru sampai di India ketika dia baru saja sembuh dari sakit Hepatitis. Ternyata cerita itu berlanjut ke alam mimpi. Aku bermimpi tentang perjalanan Ming, seolah seperti sungguhan. Tapi, tiba-tiba tengah malam aku terbangun dari mimpi itu karena suasana gerah. Hembusan kipas angin tak cukup untuk mengusir serangan nyamuk yang bertubi-tubi. Maklum, rumahku belum selesai direnovasi, masih banyak celah yang membuat nyamuk-nyamuk bebas keluar masuk kamar meskipun sudah disemprot antinyamuk. Aku masih berusaha untuk mencari dana supaya aku bisa memperbaiki rumahku segera. Ya, rumah kredit. Rumah yang kuperoleh melalui KPR beberapa tahun lalu.

Cerita Ming tentang perjalanan ke India masih terbayang sampai sekarang. Dan pagi ini rekan kerja dari Malaysia yang keturunan India datang ke tempat kerja kami. Ada urusan pekerjaan yang harus dilakukan di Indonesia. Sepertinya sih masih lajang, wajahnya lumayan handsome kata temanku. Dia duduk di depan meja kerjaku, karena kebetulan meja itu kosong. Yang membuatku agak risih adalah parfumnya yang sangat menyengat. Ya, mungkin saja memang ciri khas orang India memang seperti itu. Dan semoga saja tidak seburuk yang diceritakan oleh Ming ketika perjalanannya ke India.

Seperti biasa, aku enggan untuk mengajak ngobrol dengan orang yang belum kukenal sepenuhnya, entah itu lelaki atau perempuan. Sebagian besar orang yang ngobrol denganku, baik perempuan atau lelaki lebih banyak memulai pembicaraan ketimbang aku. Tapi anehnya setelah pembicaraan terjadi mereka bercerita seolah-olah seperti sudah kenal lama denganku. Mereka berbicara tentang keluarganya, kehidupan sehari-harinya bahkan pernah ada yang curhat mengenai masalah rumah tangganya. Aku hanya bisa menjadi pendengar setia, sesekali kalau ada yang sekiranya kutanggapi barulah aku bicara.

Aku bukan tipe orang yang SKSD (Sok Kenal Sok Dekat) dengan orang asing. Aku mempelajari setiap orang berdasarkan interaksi selama ini. Mungkin saja kami tinggal di satu daerah, tapi tak menjamin aku akan lebih banyak berinteraksi dengan mereka bahkan aku menghindarinya. Bukan tanpa sebab sebenarnya. Aku lebih senang berinteraksi dengan orang yang jauh di seberang sana, dari daerah yang jauh tapi orang itu jujur, tulus mau berteman denganku. Pernah ada yang bilang, “Wong njowo tapi ora njowoni”. Artinya bahwa meskipun satu daerah, satu suku kalau dia baik ya baik, tapi kalau jahat ya jahat.

Iklan
Pos Sebelumnya
Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

1 Komentar

  1. “Aku bukan tipe orang yang SKSD (Sok Kenal Sok Dekat) dengan orang asing. Aku mempelajari setiap orang berdasarkan interaksi selama ini. Mungkin saja kami tinggal di satu daerah, tapi tak menjamin aku akan lebih banyak berinteraksi dengan mereka bahkan aku menghindarinya. Bukan tanpa sebab sebenarnya. Aku lebih senang berinteraksi dengan orang yang jauh di seberang sana, dari daerah yang jauh tapi orang itu jujur, tulus mau berteman denganku. Pernah ada yang bilang, “Wong njowo tapi ora njowoni”.”

    kukira cuma saya yang bertipe seperti itu. . apalagi kalau saya ketemu wong jowo tapi gak njawani di perantauan, wah saya pasti langsung ngeloyor pergi (cuex bin males mwehehe). salaman! :p

    Balas

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: