Keju, Cokelat, dan Kopi

Gambar kopi, cokelat gratisan dari teman.

Gambar kopi, cokelat gratisan dari teman.

Sebagian orang memunyai makanan atau minuman favorit. Seperti zaman masih SD saja ada disuruh menulis makanan dan minuman favorit di buku diary teman. Lucu juga, kalau mengingat keluguan saya sebagai anak-anak.

Makanan dan minuman kesukaan sudah menjadi hal yang wajar, bahkan sampai ada yang overdosis karena kecintaannya terhadap makanan atau minuman tersebut. Sebagai contoh DJ Winky yang suka sekali dengan yang namanya keju. Sampai akhirnya dia masuk rumah sakit karena terlalu banyak makan keju. Saya sendiri memang suka dengan keju, baru beberapa keju sudah pernah saya rasakan dari lebih dari 400 jenis keju di dunia mulai dari Mozzarella Cheese, Cheddar Cheese, Parmesan Cheese, dan lain-lain. Ketika bekerja di sebuah restoran dulu saya sering mencicipinya. Semua jenis keju memang enak menurut saya. Mozzarella Cheese sendiri masih terbagi menjadi banyak jenis. Hanya saja saya mengenalnya secara umum yang berwarna agak kuning. Kadan masih mentah pun saya sering memakannya karena sebenarnya keju ini akan meleleh di suhu panas yang tinggi. Dan penyajiannya memang paling nikmat kalau keju ini dimakan ketika masih hangat dan masih meleleh, mulur seperti karet juga. Satu kilo Mozzarella cheese harganya sangat mahal, bisa lebih dari Rp300 ribu untuk kualitas terbaik.

Keju Cheddar, biasa yang dijual secara umum, bisa langsung dimakan. Bentuknya sama dengan Mozzarella Cheese, akan tetapi keju ini tidak dapat meleleh ketika dipanggang dalam suhu tinggi, malahan jadi kering. Lalu Parmesan Cheese, keju ini biasa saya temui yang berbentuk serbuk yang biasa ditaburkan untuk makanan yang sudah jadi sebagai pelengkap. Dan rasanya juga lebih gurih. Tapi untuk tampilan aslinya Parmesan Cheese juga seperti keju yang lain.

Selain keju, saya juga menyukai cokelat. Dari berbagai macam cokelat yang pernah saya coba, semuanya memiliki kelebihan dan kekurangan. Berbagai macam cokelat dari dalam dan luar negeri semuanya memiliki kesamaan. Rasanya manis, seperti yang membaca tulisan ini. ๐Ÿ˜€ Saya jarang membeli cokelat karena harganya yang agak mahal kalau menurut saya, kalau pas kepengin sekali barulah beli. Saya seringnya mendapat gratisan cokelat dari teman-teman. Dari mereka saya pun merasakan cokelat mana saja yang paling enak. Kalau menurut saya pribadi, cokelat dengan campuran kacang almond adalah yang paling enak. Perpaduan ini yang membuat rasa cokelat yang sudah manis jadi tidak terlalu manis, dan sensasi kriuk dari kacang almond yang membuatnya berbeda. Tapi, semua cokelat memang enak, saya menyukainya.

Satu lagi minuman yang membuat saya menjadi seorang penikmat kopi di hampir setiap hari. Bukan hanya kopi hitam saja, kopi instant dan kopi tubruk buatan juga saya suka, tapi tidak semuanya. Saya hanya pilih saja berdasarkan merk tertentu karena tidak semua komposisi pas untuk dinikmati. Beberapa dari kopi instant dengan harga murah memang tidak sepenuhnya berupa kopi 100%. Kopi itu biasanya terdapat campuran dari jagung, dan lain-lain. Untuk white coffee juga tidak semua menggunakan kopi, lebih banyak menggunakan krimer. Sejak kapan saya menjadi penikmat kopi? Sejak saya bertemu dengan orang yang berkata bahwa kopi itu nikmat. Kopi, memang memiliki sensasi tersendiri. Di tempat kerja saja saya sering mengajak rekan-rekan untuk tak lupa minum kopi, padahal saya sendiri belum tentu minum kopi hari itu. Kalau disuruh memilih antara kopi panas dengan es kopi, saya lebih memilih es kopi. Bagaimana pun juga, kalau kopi panas tidak akan nikmat jika dinikmati dingin. Jadi, saat saya membuat kopi panas, baru diminum sedikit kemudian saya tinggal agak lama, biasanya saya tak meminumnya lagi karena sudah mulai dingin. Sensasi kopi paling nikmat adalah pada saat panas. Kalau mau dingin ya dingin sekalian.

Di tempat kerja, kami biasanya memadukan kopi instant satu dengan yang lain. Sebagai contoh, membuat kopi Indocafe Coffemix yang dicampur dengan Kapal Api Special Mix. Atau kalau tidak, Indocafe Coffemix dicampur dengan Milo. Nescafe dengan Milo, Torabika dengan Indocafe. Kadang malah membuat kopi hitam Starbucks saja. Yang penting judulnya, “Ngopi”. Tidak semua orang di tempat kerja kami suka minum kopi apalagi teh.

Ya, setiap orang memiliki makanan dan minuman favorit yang berbeda-beda. Tergantung bagaimana mereka menikmati apa yang disukainya.

Iklan
Pos Sebelumnya
Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: