Pesan dari seorang nenek

Beberapa waktu lalu saya bertemu dengan seorang nenek. Beliau baru selesai berjualan pisang di pasar Badhog, Bancar – Purbalingga. Tinggal di Desa Lamongan yang letaknya lumayan jauh dari pasar. Tanpa banyak perkenalan beliau bilang kepada kami seperti ini,

“Kalau ada saudara yang meninggal, lebih baik jangan diberi pandasi di kuburannya. Lebih baik uang yang digunakan untuk membuat pandasi itu digunakan untuk keperluan lainnya. Dulu saja untuk membuat pandasi bisa menghabiskan biaya sampai Rp5 juta, sekarang bisa sampai Rp7 juta.”

Kami hanya mendengarkan beliau bicara sambil mengiyakan dan mengangguk tanda sepaham. Beberapa orang yang melihat pembicaraan kami menertawakan nenek itu seolah beliau seperti orang yang maaf, seperti kurang waras. Padahal kami sendiri tidak menganggap seperti itu, kami mendengarkan beliau sampai beberapa lama. Kemudian beliau melanjutkan pembicaraan,

“Jadi dingat ya, jangan membuat pandasi untuk orang yang sudah meninggal. Lebih baik digunakan untuk hal yang lain. Untuk membeli keperluan sehari-hari yang harganya sudah semakin mahal. Beli durian saja sekarang mahal. Saat masih hidup saja disia-siakan, tapi pada saat meninggal malah dimuliakan. Itu salah, sebaiknya ketika masih hidup kemudian meninggal tetaplah dimuliakan. Dulu nenek pernah kena tipu oleh anak dan cucu nenek. Nenek punya uang sebanyak Rp50 juta, tapi anak dan cucu nenek menipu nenek dengan mengambil uang itu. Kalian jangan seperti itu, hidup itu cuma sementara, tidak ada yang bisa dibawa mati. Jangan sampai kalian berbuat yang tidak baik.”

Kami berdua mendengarkan sampai akhirnya karena sudah siang dan harus bergegas pulang, kami berpamitan serta mengucapkan terima kasih untuk nenek itu. Beliau bilang dagangan pisangnya sudah habis dan akan pulang dengan berjalan kaki ke tempat tinggalnya.

Sepanjang jalan kami berpikir dan merenungi apa yang diucapkan nenek itu tadi. Memang ada benarnya. Sekarang saja di kota besar seperti Jakarta, Bekasi, Cikarang untuk memakamkan jenasah saja perlu membayar dengan biaya yang tidak sedikit. Harga satu kavling untuk ukuran 2×1 meter saja sampai jutaan. Bahkan di tempat pemakaman eksekutif seperti di San Diego Hills, Karawang harga per kavling bisa mencapai ratusan juta, bahkan milyaran tergantung lokasi yang ditentukan.

Hanya sebuah pemakaman, tempat peristirahatan terakhir di mana setiap manusia akan beristirahat selama-lamanya memerlukan biaya yang tidak sedikit.

Ada guyonan dari teman, “Kalau kamu punya uang, akan kamu belikan untuk apa?”

“Untuk membeli pemakaman sebagai tempat peristirahatan nanti,” kata teman

Iklan
Pos Sebelumnya
Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: