Laptop 888.800

laptop

Mata ini sudah mulai berair. Saya berkali-kali menguap karena mengantuk. Tapi, jemari ini rasanya tak ingin berhenti bermain di keyboard laptop. Sudah berbulan-bulan saya tak menggunakan laptop. Alasannya karena yang pertama, laptop ini sudah mulai bermasalah. Laptop tidak akan menyala kalau kabel untuk men-charge-nya tidak disambungkan ke aliran listrik. Yang kedua, modem yang saya pakai nomornya sudah kadaluarsa. Mau isi ulang atau beli baru rasanya enggan karena paket data yang disediakan oleh nomor CDMA ini terlalu mahal. Mesti berlangganan lebih dari Rp100 ribu kalau mau paket data yang lebih banyak quota-nya. Saya juga jarang sekali menggunakan laptop ini. Jadi, sayang pulsanya juga. Sering juga dipinjam oleh adik saya yang rumahnya jauh dari tempat saya tinggal.

Laptop ini sebenarnya bukan saya beli baru. Saya mendapatkannya karena menang lelang laptop dan computer di tempat kerja. Dulu saya tidak terlalu berambisi memiliki laptop. Keinginan pasti ada, tapi rasanya seperti mengalir saja. Saat itu semua laptop dan computer di tempat kerja diganti dengan model yang terbaru. Mungkin tahun depan juga akan ganti lagi. Saya mengikuti lelang tersebut dengan memasang harga cantik untuk sebuah laptop. Yang pertama saya pasang dengan harga Rp800 ribu, dan yang kedua saya pasang dengan harga Rp 888.800,-. Sengaja saya memasang angka cantik itu. Seperti nomor togel saja mesti pasang angka.

Harga tersebut saya tulis pada secarik kertas untuk kemudian dimasukkan ke dalam kotak lelang. Dalam waktu satu hari lelang itu dibuka untuk semua karyawan yang bekerja di tempat kerja kami. Keesokan harinya kami mendapatkan pengumuman dan hasilnya saya memenangkan lelang laptop dengan nomor urut 2. Rekan saya dari divisi Maintenance memenangkan nomor urut 1 untuk lelang laptop dengan harga Rp1 juta. Kemudian disusul saya dengan harga Rp 888.800,-. Hanya dua laptop yang dilelang, lainnya computer edisi lama yang masih menggunakan tabung.

Laptop Dell Latitude D430 yang saya pilih. Untung saja teman saya baik, saya disuruh memilih terlebih dahulu laptop yang saya mau. Padahal harga yang dia pasang lebih tinggi dari harga laptop saya. Yang pasti saya senang.

Beberapa hari kemudian laptop itu saya install ulang di toko computer yang letaknya tak jauh dari tempat kerja. Mesti nunggu keesokan harinya baru bisa diambil. Kalau tidak salah waktu itu untuk harga install ulang laptop adalah Rp80 ribu. Murah memang, daripada kalau harus install ulang sendiri memerlukan waktu yang lama.

Dan sekarang, laptop ini saya gunakan kalau ada sesuatu yang penting-penting saja. Toh, sudah terlalu lama saya bercengkrama dengan computer di tempat kerja selama delapan jam bahkan lebih. Terkadang lelah juga menatap layar computer terlalu lama.

Itulah cerita tentang asal muasal laptop yang saya punya. Apakah saya tidak tertarik untuk membeli tablet dan sejenisnya untuk menambah gadget saya? Rasanya tidak. Satu saja masih utuh meskipun sudah berulang kali jatuh.

Iklan
Pos Sebelumnya
Tinggalkan komentar

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: