Masa kecil

Tokoh Paddle Pop Lion Walls

Tokoh Paddle Pop Lion Walls

Entahlah, mungkin saya sedang ingin melampiaskan rasa rindu dengan menggambar sebuah kartun ini. Kalau tak salah, dulu ketika saya masih SD kelas V atau VI kali pertama saya menggambar tokoh kartun Paddle Pop Lion. Saya pun heran, kenapa saya dulu bisa menggambar kartun ini agak mirip dengan aslinya. Kemudian saya mencoba gambar lain seperti kartun Winnie the Pooh. Sampai-sampai hanya karena sering menggambar Winnie, jadi hapal lekuk bagian tubuh beruang madu ini. Ah, memang masa kecil selalu menyenangkan.

Cerita tentang masa kecil memang menyenangkan dan seakan ingin kembali ke masa itu. Sejak kecil saya senang membaca buku cerita. Buku cerita bergambar yang kadang dibelikan oleh bapak saya kalau pulang dari Jakarta tempat Bude dulu. Majalah anak-anak seperti Bobo, Donal Bebek, dan lain-lain. Ketika SD pun saya dan adik saya sering meminjam buku alias sewa di tempat peminjaman buku. Saat itu harga sewa per buku Rp 250. Sering mengambil uang jualan ibu di sekolah hanya karena ingin menyewa buku bacaan seperti komik. Komik yang paling saya sukai adalah Doraemon dan Donal Bebek. Edisi pertama sampai dengan terakhir, buku petualangan Doraemon hampir semuanya sudah tamat dibaca. Satu buku selesai hanya dalam beberapa jam saja, tidak sampai satu hari. Padahal masa meminjam masih dua hari lagi. Kadang juga setelah membaca Doraemon, saya meminjam komik lain yang dipinjam oleh adik saya, komik Dragon Ballz. Komik ini juga sudah selesai saya baca dari awal sampai terakhir. Sampai nama-nama tokoh lakon dan musuhnya juga hapal.

Pernah suatu ketika kami berdua dimarahi oleh Ibu kami karena terlalu sering meminjam buku. Mungkin karena uang jajan kami selalu habis untuk meminjam buku. Waktu itu saya dan adik saya diam-diam meminjam buku komik Ninja Hatori tanpa sepengetahuan Ibu kami. Sedang asyiknya membaca, datanglah ibu kami marah-marah karena ketahuan meminjam buku lagi. Dan bisa ditebak, saya menangis, adik saya ngumpet karena takut kena marah juga.. ha ha ha.. . Ya mungkin saja saat itu kami jarang belajar. Nilai di sekolah agak kurang bagus karena terlalu sering baca buku komik, bukan buku pelajaran.

Selain buku komik, majalah seperti Bobo juga tak pernah saya lewatkan edisinya. Saya meminjam dari teman SD. Karena terlalu seringnya, saya pun pernah diwanti-wanti oleh Ibunya teman kalau sudah selesai baca harus segera dikembalikan. Beberapa waktu lalu saya mengunjungi toko buku di Bekasi. Ada satu buku Donal Bebek edisi bundel. Tebal sih, tapi harganya ya lumayan karena isi gambarnya berwarna semua. Ingin sekali membelinya, tapi saya urungkan, lain waktu saja. Seperti slogan dari buku Donal Bebek, “Tak lekang oleh waktu, tak lapuk oleh panas”. Dari dulu hingga sekarang buku itu tetap saja mengasyikkan dan menyenangkan kalau dibaca.

Cerita kartun seperti Donal Bebek, Doraemon, Ninja Hatori, Dragon Ballz dan lain-lain bukan sebatas cerita anak-anak. Saya belajar dari cerita itu, meskipun sekadar khayalan dan imajinasi. Tapi, bagi saya cerita itu yang mengajarkan saya bagaimana menjadi seorang tokoh yang bisa menjadi panutan. Seperti halnya paman Donal Bebek yang selalu berusaha meskipun sering gagal, dan pamannya Gober Bebek yang pekerja keras dan sedikit pelit supaya menjadi kaya raya karena selalu berusaha untuk menjadi orang paling kaya se-dunia. Doraemon dan Nobita yang mengajarkan pentingnya mencintai alam dan negaranya. Dragon Ballz yang mengajarkan apa arti keluarga dan sikap pantang menyerahnya. Ninja Hatori sebagai pahlawan dan mengajarkan kepada Kenichi untuk selalu berbuat baik dan bertanggung jawab. Dan tokoh-tokoh lain di era 90-an yang banyak bercerita tentang kebaikan.

Itulah cerita tentang masa kecil saya. Menyenangkan dan mengasyikkan, bukan? Tapi, semua memang ada masanya. Impian saya ingin membuat perpustakaan di rumah yang berisi buku bacaan untuk keluarga. Kalau bisa, mungkin saya akan memborong semua buku bacaan yang pernah saya baca dulu, tak apa kalau bekas yang penting masih bisa dibaca dan rapi.

Iklan
Pos Sebelumnya
Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: