Di atap

Matahari bersinar terik di pagi hari menjelang siang. Suasana panas yang disertai angin kencang membuat panas tak begitu terasa. Saya mengenakan sweater untuk melindungi badan dari panasnya sinar matahari. Sebuah papan triplek lebar ditaruh di tengah untuk memantulkan sinar matahari dari sebelah timur. Ah, nyaman sekali merenung di atas genteng. Melihat sekeliling, memandang nun jauh di sana. Berandai-andai tentang kehidupan dan lain-lain. Sejenak pikiran kusut saya menghilang karena terlalu asyik menikmati suasana di atas.

Benar kata MTA Suandi,
“Selalu ada filosofi dari suatu tempat yang tinggi. Dari tempat yang orang namakan dengan atap, kita dapat melihat indahnya dunia di bawah sana dengan pandangan yang berbeda, panorama yang tak bisa dilihat oleh orang-orang yang melihat dari bawah. Selalu ada semangat akan pencapaian, semakin tinggi atap semakin jauh radius panorama yang bisa dilihat. Semakin tinggi impian, berbanding lurus dengan ikhtiar dan doa yang harus dipanjatkan.”

Saya senang berada di atap. Menikmati suasana, menatap cerahnya langit baik itu siang atau malam hari. Tapi, yang lebih asyik lagi memang suasana di malam hari yang dipenuhi bintang. Tidak seperti dulu, di Cikarang untuk memandang bintang di malam hari tidak terlalu jelas. Yang saya rindukan adalah menatap rasi bintang Orion yang di antaranya berjejer tiga, persis seperti luka yang pernah saya alami dulu saat masih kecil.

Apakah saya punya impian ingin berada di tempat tertinggi di dunia? Iya, dan itu hanya mimpi.

Narsis di atas genteng

Narsis di atas genteng

di sebelah timur

di sebelah timur

Langit yang cerah

Langit yang cerah

Iklan
Pos Sebelumnya
Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: