Parkir

Dapat cerita dari teman saya yang beberapa waktu lalu berkunjung ke Australia untuk mengerjakan project di sana. Dan satu lagi teman saya juga yang orang Indonesia yang bekerja di sana dan sudah menetap menjadi warga negara Australia. Menurut peraturan di sana kalau lebih dari 2 tahun bekerja di Australia, bisa menjadi warga negara Australia. Mungkin ditambah dengan peraturan-peraturan lain. Mereka bercerita tentang suasana di Australia, tepatnya di Sydney. Ceritanya banyak. Saya tulis apa yang saya ingat saja.

Di Sydney jam operasional tempat perbelanjaan seperti Mall, Restoran besar hanya buka sampai pukul 8 malam. Di sana pukul 8 malam masih petang, seperti halnya di Indonesia bagian barat pukul 6 sore. Jadi, tidak ada yang namanya toleransi Mall buka sampai larut malam. Tidak seperti di sini yang kadang masih menunggu customer pulang baru ditutup, meskipun jam operasional maksimal sampai pukul 10 malam waktu Indonesia bagian barat.

Di sana sama seperti di Indonesia. Ada juga orang yang bekerja memerbaiki jalan. Membersihkan rumput, dan lain sebagainya. Yang pasti tampilan mereka lebih rapi dan teratur. Safety-nya juga pasti diterapkan. Kebetulan yang dilihat orangnya ganteng. Sampai-sampai teman saya itu membayangkan kalau orang bule yang sedang mengerjakan pekerjaan itu merantau ke Indonesia, pasti bisa jadi artis. Tanpa ikut casting segala macam, bisalah namanya langsung melejit bak bintang super. Lihat saja di Indonesia, artis yang kurang ganteng saja bisa digilai banyak perempuan. Kadang saya heran, kok bisa ya? Bisa saja sih.

Ngomong-ngomong soal parkir. Sepertinya di Indonesia tarif parkir adalah yang paling termurah di antara negara-negara tetangga. Sebagai contoh bila dibandingkan dengan negara Australia yang tarif parkirnya kalau dikurs-kan ke rupiah harganya lumayan fantastis kalau menurut saya. Di sana untuk satu jam saja bisa sampai AUD 15 atau sekitar Rp150 ribu. Berlaku untuk satu jam berikutnya. Tidak seperti di Indonesia yang tarif parkirnya murah meriah. Rata-rata Rp2 ribu untuk sepeda motor pada jam pertama, berlaku kelipatan pada jam berikutnya. Sedangkan untuk mobil dan truk rata-rata Rp5 ribu untuk jam pertama, berlaku kelipatannya tergantung lokasinya. Mendengarnya saja sudah mikir-mikir, mahal sekali. Apalagi kurs dalam waktu belakangan ini sedang tinggi-tingginya. Satu dollar Australia bisa sampai Rp10 ribu atau lebih. Kalau tak punya uang banyak, mana cukup untuk hidup di sana berlama-lama kalau tanpa penghasilan tambahan.

Tiket parkir mobil

Tiket parkir mobil

Dan seperti yang sudah terlihat, sepertinya memang kebijakan penetapan tarif yang mahal itu memang efektif. Membuat orang jarang pergi menggunakan kendaraan pribadi ke tempat umum seperti Mall atau pusat perbelanjaan lain. Mungkin itu salah satu yang menyebabkan kemacetan yang terjadi di beberapa kota besar di Indonesia. Beberapa waktu lalu Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama atau lebih dikenal dengan nama Ahok pernah akan menerapkan kenaikan tarif parkir di Jakarta. Sudah pasti bisa ditebak. Banyak kendala seperti penolakan kenaikan tarif parkir dari masyarakat karena terlalu mahal dan sebagainya. Padahal intinya ada hal baik yang bisa membantu masyarakat untuk mengurangi kemacetan ibukota.

Kembali ke masing-masing orang sebenarnya. Kalau ingin membuat sebuah perubahan memang harus dibutuhkan keberanian dan pengertian dari semua pihak. Jika setengah-setengah, perubahan itu tidak dapat berjalan sebagaimana seharusnya. Di sisi lain masyarakat juga mengeluh macet, di sisi lain masyarakat tak mau beralih ke angkutan umum, di sisi lainnya lagi angkutan umum belum memenuhi standar dan memberikan fasilitas yang baik untuk masyarakat.

Saya sendiri menggunakan kendaraan pribadi (sepeda motor) untuk pergi ke mana-mana. Tidak ada angkutan umum yang masuk ke lokasi tempat tinggal. Ada pun hanya sampai ke jalan utama.Yang ada hanya ojek. Jalanan yang dilalui juga tidak efektif, banyak yang masih rusak dan berlubang. Perbedaan yang jauh sekali. Membayangkan dengan negara lain yang lokasi jalannya lebih teratur, lebih rapi.

Iklan
Pos Sebelumnya
Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: