Ketupat Sayur

Masih jam makan siang. Sejenak saja meninggalkan coretan di sini. Sudah beberapa hari ini tak memperbarui tulisan dikarenakan koneksi di handphone lambat sekali kalau sudah di rumah. Sedangkan di tempat kerja susah konsentrasi untuk mengetik sebuah tulisan.

Apa cerita yang menarik dalam beberapa hari ini? Seperti biasa pada saat berangkat kerja masih bertemu dengan ramainya kendaraan yang menuju ke tempat kerja masing-masing. Melalui jalan alternatif yang lain yang jaraknya lebih jauh tapi tak ingin terjebak macet juga sudah saya lakukan. Sepuluh menit lebih lama bila dibandingkan harus menunggu antrean kendaraan untuk melalui gang kecil dengan berpuluh-puluh sepeda motor. Tidak dapat dihindari kalau jam-jam saat itu jalanan seperti rebutan. Ya, mau bagaimana lagi? Dijalani saja, macet karena padatnya kendaraan itu pasti. Toh, saya juga sudah berusaha berangkat lebih awal.

Menunggu kereta api melintas

Menunggu kereta api melintas

Melewati perlintasan kereta api memang harus berhati-hati. Jalanan tak selalu mulus. Pengendara juga harus sabar. Jalan raya untuk dua arah. Kadang ada juga pengendara yang mau menang sendiri. Itu sudah biasa.

Tiba di tempat kerja langsung menuju ke tempat fingerprint, lalu keluar lagi untuk cari sarapan. Maklum saja saya kelaparan. Kemarin hanya sempat makan nasi sekali saat makan siang saja. Sore harinya makan camilan keripik dan roti. Banyak pilihan untuk menu sarapan. Beli bubur ayam rasanya bosan. Sepertinya saya ingin makan ketupat sayur yang terletak di sebelah Masjid Cikarang Baru sana.

Akhirnya saya pun meluncur ke sana. Membeli sebungkus Ketupat Sayur Padang dengan isi sayur pakis. Satu bungkus seharga Rp8 ribu. Lumayanlah. Pada dasarnya saya jarang sarapan. Apalagi kalau untuk sarapan dengan kuah bersantan dan pedas pasti perut bermasalah. Tapi, karena keinginan untuk makan ketupat sayur itu lebih besar, mau tak mau saya harus memakannya. Alhasil, memang pada mulanya terasa enak di mulut, masuk ke kerongkongan, setelah sampai di perut beberapa saat kemudian mulai bermasalah. Ya, karena tidak terbiasa itulah akibatnya. Sayang saja kalau tak dihabiskan. Itu pun dipaksakan. Bandel ya. Dan menu makan siang hari ini adalah Nasi putih dengan lauk Udang Goreng Tepung, Sayur Pare, Tempe dan Ayam Goreng. Bersyukur untuk makanan hari ini.

Ketupat Sayur Uni

Ketupat Sayur Uni

Itu saja. Nantilah saya sambung lagi tulisannya.

Iklan
Pos Sebelumnya
Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: