Anak-anak telantar

2014-03-14 12

Anak-anak telantar, siapa yang peduli?

Kemarin siang di seberang jalan Kalimalang saya melihat sekumpulan anak-anak telantar yang sedang berjalan kaki entah menuju ke mana. Hanya sekilas saja melihatnya karena saya sedang mengendarai sepeda motor, kondisi jalan sedang padat kendaraan. Mereka adalah anak-anak telantar yang sedang berjalan kaki sambil menggendong buntelan yang sepertinya berisi pakaian. Tampilan mereka tak terawat. Saya berlalu saja. Saya tak bisa berbuat apa-apa untuk mereka.

Siang ini, di teras sebuah minimarket di Cikarang Baru, saya mendapati kaki dari seorang anak yang sedang tidur di lantai di balik gerobak pedagang kaki lima. Awalnya saya menduga hanya ada seorang anak saja yang tidur di situ. Tetapi, alangkah terkejutnya saya ketika mendapati di situ ada empat orang anak yang sedang tidur lelap. Tidak ada alas untuk tidur mereka, hanya lantai kotor diapit oleh kedua gerobak kosong yang sekilas tidak tampak oleh orang yang melintas di depan minimarket tersebut dan tak mengira bahwa ada beberapa anak yang sedang tidur. Kebanyakan orang berpikir, “Untuk mengurus diri sendiri saja susah, apalagi mengurus orang lain”. Di kota-kota besar, pemandangan ini mungkin sudah biasa terjadi.

Saya tak bisa berbuat apa-apa untuk mereka. Saya mesti balik ke tempat kerja. Hanya bisa mengambil gambar. Membangunkan mereka pun tak sanggup. Kasihan mereka sedang tidur.

Ironis sekali memang. Ketika di sebuah tempat bernama Kawasan Industri, di sepanjang jalan masih banyak termampang baliho, poster, gambar-gambar Caleg di sebelah sana, akankah para Caleg ini peduli dengan keberadaan mereka jika sudah terpilih nanti? Untuk mengadukan hal seperti ini pun saya bingung. Mesti diadukan ke mana? Jika Pemerintah Daerah mau peduli, apakah anak-anak yang telantar ini akan mendapatkan perlakuan yang layak?

Dalam UUD 1945 pasal 34 ayat 1 disebutkan bahwa, “Fakir Miskin dan Anak-anak telantar dipelihara oleh negara”. Tapi, pada kenyataanya tidak seperti itu. Kalau memang benar adanya dipelihara oleh negara, kenapa masih ada anak-anak yang tidur di teras minimarket?

Memang benar, urusan negara sudah ada yang mengurusi. Akankah saya atau mungkin anda yang melihat hal seperti ini akan diam saja? Adakah saran yang bagus?

Iklan
Pos Sebelumnya
Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: